Selain meredanya ketegangan di Timur Tengah, gencatan senjata dan kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap turut memengaruhi pasar. Pembukaan jalur tersebut memperlancar pasokan minyak dunia dan menekan harga di pasar internasional.
Harga minyak turut dipengaruhi faktor fundamental pasar. International Energy Agency (IEA) memproyeksikan permintaan minyak dunia tumbuh 1,1 juta barel per hari (bph), sementara OPEC+ kembali meningkatkan produksi.
Rusia berencana meningkatkan pasokan minyak untuk memenuhi target OPEC+ 2026. Kenaikan pasokan dan perlambatan permintaan menekan harga minyak dunia.
Secara rinci, perkembangan rata-rata harga minyak mentah utama pada Juni 2026 dibandingkan Mei 2026 adalah sebagai berikut:
ICP minyak mentah Indonesia turun USD23,11 per barel, dari USD106,56 menjadi USD83,45 per barel.
Brent di ICE turun USD18,73 per barel, dari USD103,71 menjadi USD84,98 per barel.
WTI di Nymex turun USD16,11 per barel, dari USD98,51 menjadi USD82,41 per barel.
Dated Brent turun USD21,42 per barel, dari USD107,55 menjadi USD86,13 per barel.
Basket OPEC turun USD23,52 per barel, dari USD114,55 menjadi USD91,03 per barel berdasarkan data hingga 28 Juni 2026.