AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Ketika AS dan Eropa Bimbang Hadapi Rusia, Resesi Atau Ngotot Beri Sanksi

ECONOMICS
Yulistyo Pratomo
Senin, 27 Juni 2022 10:01 WIB
Agresi militer yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina membuat negara-negara barat berang.
Ketika AS dan Eropa Bimbang Hadapi Rusia, Resesi Atau Ngotot Beri Sanksi. (Foto: MNC Media)
Ketika AS dan Eropa Bimbang Hadapi Rusia, Resesi Atau Ngotot Beri Sanksi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Agresi militer yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina membuat negara-negara barat berang. Sejumlah hukuman atau sanksi telah dijatuhkan agar Presiden Vladimir Putin menarik kembali keputusannya untuk menginvansi tetangganya sendiri.

Ternyata, langkah tersebut tidak serta merta membuat Putin menyerah, meski hampir seluruh sektor keuangan dan perdagangannya diblokade oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di Eropa.

Tak ingin menyerah, AS sebagai pemimpin negara-negara sekutu mencari sejumlah cara guna menekan Rusia. Mereka lantas melirik kemungkinan untuk melarang ekspor minyak dan gas (migas) dari negeri Beruang Merah ke Eropa.

Rusia sebelumnya sudah menghasilkan pemasukan besar dari sektor energi, bahkan tetap tinggi seperti sebelum invasi berlangsung pada akhir Februari lalu. Justru sebaliknya, inflasi justru mengancam sejumlah negara di dunia, khususnya AS dan Eropa.

Alhasil, tekanan politik pada para pemimpin seperti Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Prancis Emmanuel Macron kian memuncak.

Guna mengatasi hal tersebut, para pemimpin dari negara-negara ekonomi saat ini tengah berkumpul di Jerman untuk menghadiri KTT G7. Mereka akan mencoba sejumlah cara untuk mencari langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi Putin, saat ini pilihan jatuh terhadap minyak mentah.

Sebelumnya, mereka sudah melakukan beberapa langkah mulai dari pembatasan harga impor energi Rusia, pembelian terpusat oleh Uni Eropa, larangan asuransi kapal, dan penargetan negara-negara yang terus membeli komoditas dari Moskow.

"Ada alat yang tersedia untuk bekerja lebih keras setelah Rusia, tetapi mereka datang dengan biaya yang signifikan langsung ke konsumen di AS dan Eropa," kata peneliti senior di Columbia Center for Global Energy Policy, Robert Johnston, seperti dikutip dari CNN International, Senin (27/6/2022).

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD