AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Ketua Kadin Sebut Pengusaha Sedang Hadapi Dua Perang Serius

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Rabu, 20 Oktober 2021 18:35 WIB
Para pengusaha terutama di Indonesia saat ini sedang menghadapi dua perang serius. Kedua perang ini harus dimenangkan agar Indonesia bisa menjadi negara maju.
Ketua Kadin Sebut Pengusaha Sedang Hadapi Dua Perang Serius (FOTO: MNC Media)
Ketua Kadin Sebut Pengusaha Sedang Hadapi Dua Perang Serius (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Para pengusaha terutama di Indonesia saat ini sedang menghadapi dua perang serius. Kedua perang ini harus dimenangkan agar Indonesia bisa menjadi negara maju.

"Ini serius sekali. Bagaimana kita harus memenangkan peperangan ini agar Indonesia bisa maju ke depan. Kalau kita tidak bisa melawan perang pandemi, ekonomi juga tidak akan jalan," Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid pada Apkasi Otonomi Expo 2021 di Jakarta, Rabu (20/10/2021).

Dia melanjutkan, apabila kedua perang tersebut tidak bisa dilawan maka dampak yang paling bahaya adalah krisis sosial, krisis keamanan, hingga krisis politik.

"Kenapa saya katakan ini perang? Karena ini serius sekali. Jangan kita ambil enteng keduanya. Kalau bicara ekonomi, setiap negara di dunia hari ini punya tantangan yang sama seperti kita karena dunia ini tidak pernah mengalami pandemi," ungkapnya.

Di saat yang sama, setiap negara di dunia juga gencar menarik investasi masuk agar menggerakkan perekonomian termasuk Indonesia. "Maka saya katakan ini perang investasi. Kami harap setiap daerah menyiapkan diri untuk bisa menarik investasi masuk sehingga ada perputaran uang dan roda ekonomi berjalan," jelas Arsjad.

Dia menuturkan, perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China sebetulnya menguntungkan Indonesia untuk meningkatkan ekspor tekstil dan furnitur. Peluang ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Indonesia.

"Amerika tidak lagi beli dari China, maka dicari di Indonesia. Ini kesempatan yang tidak boleh kita tinggalkan. Kemudian baju, sepatu, peluang-peluang ini jangan sampai ketinggalan," tuturnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD