AALI
8425
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1250
ACES
1310
ACST
246
ACST-R
0
ADES
2720
ADHI
885
ADMF
7675
ADMG
218
ADRO
1400
AGAR
368
AGII
1395
AGRO
2300
AGRO-R
0
AGRS
246
AHAP
68
AIMS
342
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3990
AKSI
422
ALDO
715
ALKA
292
ALMI
238
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/09/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.78
1.26%
+5.72
IHSG
6108.27
0.78%
+47.51
LQ45
862.18
1.23%
+10.45
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16184.50
0.1%
+16.33
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,240
Emas
814,120 / gram

Kilang Pertamina Kebakaran Lagi, Pengamat: Audit Investigasi!

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Senin, 14 Juni 2021 14:50 WIB
Kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) kembali terbakar, belum lama Kilang Balongan di Indramayu terbakar hebat, kali ini giliran Kilang Minyak Cilacap.
Kilang Pertamina Kebakaran Lagi, Pengamat: Audit Investigasi! (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) kembali terbakar, belum lama Kilang Balongan di Indramayu terbakar hebat, kali ini giliran Kilang Minyak Cilacap yang terbakar.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menyesalkan kejadian terbakarnya tangki kilang terulang kembali dalam waktu yang berdekatan. Hal ini mengesankan tidak ada pembelajaran yang didapatkan atas kejadian sebelumnya di kilang Balongan atas penyebab terjadinya kebakaran.

Seperti diketahui, terjadi insiden kebakaran salah satu tangki penyimpanan unfinish product Benzene di Kilang Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat malam (11/6/2021). Sebelumnya juga terjadi insiden kebakaran di tangki area Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat pada Senin (29/3), pukul 00.45 WIB.

"Saya kira perlu dilakukan audit investigatif atas kejadian ini serta semua peralatan safety milik kilang Pertamina. Perlu dilihat kembali semua peralatan keamanan akan masih berfungsi dengan baik atau ada kerusakan termasuk penangkal petir," ujarnya ketika dihubungi, Senin (14/6/2021).

Menurut Mamit, perlu dilihat kembali desain saat kilang atau tangki dibangun apakah faktor safety sudah terlaksana. "Saya juga melihat perlu di cek dan test fungsi kembali semua peralatan safety di area kilang. Perlu di cek juga maintenance log book kegiatan inspeksinya," ungkapnya.

Selain itu, faktor efisiensi yang dilakukan tidak mengorbankan faktor keamanan. Jumlah efisiensi tidak seberapa jika dibandingkan dampak kerugian materil dan imateriel jika ada kejadian terbakarnya tangki kilang lagi. Secara materil pasti besar, tetapi imateriel lebih besar mengingat ini menyangkut nama baik Pemerintah dan Pertamina.

"Jika kejadian terus berulang, maka publik akan melihat bahwa Pertamina tidak mampu dalam mengelola kilang milik mereka dan pemerintah pun terkena dampaknya. Padahal, Pertamina sedang melakukan program RDMP dan GRR maka ini akan menjadi sorotan kembali," jelas Mamit.

Di sisi lain, dia mengapresiasi kepada tim Pertamina yang hari Minggu kemarin bisa memadamkan seluruh api yang membakar tangki dalam waktu yang cukup singkat serta tidak ada korban jiwa baik itu pegawai internal Pertamina maupun warga sekitar. Selain itu pasokan BBM dan LPG serta Benzena tidak terganggu sama sekali atas kejadian ini. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD