AALI
9725
ABBA
0
ABDA
6950
ABMM
1205
ACES
1260
ACST
254
ACST-R
0
ADES
2780
ADHI
950
ADMF
7650
ADMG
214
ADRO
1745
AGAR
368
AGII
1505
AGRO
2220
AGRO-R
0
AGRS
200
AHAP
71
AIMS
350
AIMS-W
0
AISA
200
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
570
AKRA
4020
AKSI
432
ALDO
740
ALKA
222
ALMI
242
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/09/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.34
0.44%
+2.00
IHSG
6128.79
0.26%
+15.68
LQ45
863.40
0.41%
+3.52
HSI
24311.91
-0.77%
-188.48
N225
29437.68
-2.47%
-746.28
NYSE
16328.79
-1.63%
-271.00
Kurs
HKD/IDR 1,831
USD/IDR 14,265
Emas
796,218 / gram

Kinerja Industri Meningkat, Menperin Sebut akan Lakukan Ekspor ke Eropa Timur

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Senin, 19 Juli 2021 08:37 WIB
Industri pengolahan terus menunjukkan kinerja positif dengan meningkatnya capaian ekspor di tengah tahun pertama 2021.
Ekspor industri (Ilustrasi)

IDXChannel - Industri pengolahan terus menunjukkan kinerja positif dengan meningkatnya capaian ekspor di tengah tahun pertama 2021. Pada periode Januari-Juni 2021, pencapaian sektor tersebut mencapai USD81,07 Miliar, meningkat 33,45% dari periode yang sama tahun sebelumnya (y-o-y). 

Pada semester I tahun 2021 ini, industri pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar hingga 78,80% dari total ekspor nasional yang mencapai USD102,87 Miliar.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan, data Badan Pusat Statistik (BPS), di tengah tekanan pandemi, ekspor industri pengolahan pada Juni 2021 mencapai USD14,08 Miliar, meningkat 9,7% dari bulan Mei 2021 (USD12,83 Miliar). Peningkatan ekspor ini diharapkan turut mengakselerasi upaya pemulihan ekonomi nasional.

“Pemerintah terus berupaya agar sektor industri dapat terus produktif dan berdaya saing, untuk dapat memenuhi permintaan pasar serta berkontribusi meringankan dampak pandemi terhadap perekonomian,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (19/7/2021).

Capaian ekspor sektor industri pengolahan pada Juni 2021 sebesar USD14,08 Miliar ini berkontribusi 75,91% terhadap total ekspor nasional yang mencapai USD18,55 Miliar. Hal ini menandakan sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dari kinerja ekspor Indonesia secara keseluruhan pada periode ini. 

“Proporsi ekspor yang besar dari sektor industri pengolahan menunjukkan pergeseran ekspor Indonesia dari komoditas primer ke produk manufaktur yang punya nilai tambah tingg,” kata Menperin.

Sektor industri manufaktur dengan kinerja ekspor yang mendominasi ekspor di bulan Juni 2021 antara lain industri besi dan baja dengan nilai USD1,99 Miliar, diikuti lemak dan minyak hewan/nabati (USD1,89 Miliar), mesin dan perlengkapan elektrik (USD1 Miliar), kendaraan dan bagiannya (USD734,6 Juta), serta karet dan barang dari karet (USD605 Juta).
 
Semakin membaiknya kinerja ekspor pada paruh pertama 2021 mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD11,86 Miliar. Karenanya, Menperin bertekad untuk terus mempertahankan dan memperkuat potensi ekspor industri pengolahan dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri dari negara-negara kompetitor. 

“Dengan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang kompeten, hilirisasi di sektor industri perlu terus ditingkatkan untuk menghasilkan produk-produk bernilai tambah tinggi dengan peluang pasar ekspor yang besar,” tegas Menperin.

Ia menyampaikan, strategi peningkatan ekspor dilakukan dengan memperluas pasar, termasuk ke negara-negara tujuan nontradisional, seperti Afrika, Asia Selatan, dan Eropa Timur. Selain itu, kerja sama ekonomi komprehensif serta perjanjian perdagangan bilateral dan regional perlu dioptimalkan meningkatkan akses pasar produk industri nasional.

"Sebagai contoh, dengan Indonesia Australia-Comprehensive Economy Partnership Agreement (IA-CEPA), Indonesia dapat meningkatkan ekspor sektor otomotif,” ujar Menperin. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD