AALI
9750
ABBA
286
ABDA
6250
ABMM
1350
ACES
1195
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
170
ADRO
2190
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
725
AKSI
745
ALDO
1315
ALKA
296
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.20
-0.08%
-0.40
IHSG
6554.11
-0.21%
-14.06
LQ45
938.00
-0.14%
-1.34
HSI
24283.31
0.16%
+39.70
N225
27101.98
-0.11%
-29.36
NYSE
16340.32
-0.45%
-73.65
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
851,136 / gram

Korea Selatan Rayu Erick Thohir Agar Ekspor Pupuk Urea

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Selasa, 23 November 2021 17:23 WIB
Demi menjaga pasokan, Duta Besar Korea Selatan (Korsel) menemui Menteri BUMN, Erick Thohir, agar melakukan ekspor pupuk urea.
Korea Selatan Rayu Erick Thohir Agar Ekspor Pupuk Urea. (Foto: MNC Media)
Korea Selatan Rayu Erick Thohir Agar Ekspor Pupuk Urea. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Demi menjaga pasokan, Duta Besar Korea Selatan (Korsel) menemui Menteri BUMN, Erick Thohir, agar melakukan ekspor pupuk urea. Permintaan itu disampaikan mengingat Korsel saat ini sedang terjadi kelangkaan.

"Kemarin, saya baru saja rapat dengan Dubes Korea, di mana, untuk pertama kalinya juga, Korea kekurangan urea untuk industri, minta kita ekspor ke sana dan ini hal-hal yang terjadi pada saat ini," ujar Erick, Selasa (23/11/2021). 

Saat ini telah terjadi global shock yang menyebabkan kenaikan harga komoditas secara besar-besaran. Bahkan, Erick mencatat, pelemahan ekonomi akibat pandemi Covid-19 berimbas pada penurunan demand sejumlah komoditas. 

Penurunan demand seperti, bahan baku industri, produk jadi industri (otomotif dan elektronik), barang impor dan ekspor, hingga pertambangan. Karena itu, Indonesia patut mengantisipasi dampak global shock terhadap ekonomi nasional. 

"Dan tentu hal ini ada tekanan di atas, maka ada global shock, harga komoditas semakin tinggi, ini yang perlu kita antisipasi, jangan sampai kita tidak siap, akhirnya kita mendapatkan shock yang terjadi hari ini," katanya. 

Selain itu, Erick juga mencatat dua tekanan lain terhadap industri logistik di Indonesia. Pertama, kerentanan rantai pasok global. Tekanan ini terkait dengan kurangnya jumlah container, keterlambatan pengiriman barang, hingga gap antara permintaan dan penawaran. 

Lalu, kebijakan perdagangan global yang dikaitkan atas sikap proteksionisme sejumlah negara, perang dagang dan harga, hingga adanya peningkatan pajak. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD