AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Kosmetik Ilegal dan Palsu Menjamur, Banyak Dijual di E-Commerce

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Senin, 24 Januari 2022 19:22 WIB
Kosmetik ilegal dan palsu yang menjamur di market place atau toko online menjadi saingan tersendiri bagi pelaku industri kosmetik legal Tanah Air.
Kosmetik ilegal dan palsu yang menjamur di market place atau toko online menjadi saingan tersendiri bagi pelaku industri kosmetik legal Tanah Air. (Foto: MNC)
Kosmetik ilegal dan palsu yang menjamur di market place atau toko online menjadi saingan tersendiri bagi pelaku industri kosmetik legal Tanah Air. (Foto: MNC)

IDXChannel - Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) menyebut, kosmetik ilegal dan palsu yang menjamur di market place atau toko online menjadi saingan tersendiri bagi pelaku industri kosmetik legal Tanah Air.

"Bertumbuhnya e-commerce merupakan peluang namun juga menjadi tantangan tersendiri bagi industri kosmetika," ungkap Ketua Bidang Perdagangan Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi), Shelly Taurhesia dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi VI DPR RI, Senin (24/1/2022). 

"Contohnya, ada Produk masker wajah dengan klaim mengecilkan pori-pori. Produk ini tidak terdaftar di Badan POM. Jadi produknya ilegal, kita nggak tahu market placenya sudah berizin apa belum. Tapi yang jelas ini produk saingan kita. Baik itu kosmetik impor legal ataupun kosmetik dalam negeri," urainya.

Bahkan, lanjut Shelly, bukan hanya menyaingi dari segi bisnis. Melainkan Perkosmi juga khawatir jika produk ilegal itu di beli dan digunakan oleh masyarakat Indonesia.


"Kami khawatir karena produk ilegal itu tidak terdaftar di BPOM. Jadi kita nggak tahu bahan yang dikandung itu ada bahan-bahan yang dilarang atau enggak," katanya.

Maka dari itu, lanjut Shelly, Perkosmi menghimbau masyarakat agar tidak membeli produk kosmetik palsu di market place atau toko online. Pasalnya, tanpa disadari, masyarakat masih suka menghiraukan keaslian produk hanya karena tergiur harga murah.


"BPOM pun terus mengedukasi masyarakat terkait kosmetik palsu dengan mengecek perizinannya. Tapi kadang-kadang masyarakat tuh ketika melihat ada produk booming di media sosial, langsung ikut-ikutan beli," pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD