AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Kurangi Pengangguran, Sumedang Fasilitasi Pencari Kerja Lewat Aplikasi 

ECONOMICS
Agung bakti sarasa
Kamis, 14 Oktober 2021 08:35 WIB
Lewat aplikasi Sipedo atau Sistem Informasi Pelatihan Berbasis Database Online, Pemkab Sumedang berusaha memberi kemudahan bagi pencari kerja.
Kurangi Pengangguran, Sumedang Fasilitasi Pencari Kerja Lewat Aplikasi  (Dok.Ist)
Kurangi Pengangguran, Sumedang Fasilitasi Pencari Kerja Lewat Aplikasi  (Dok.Ist)

IDXChannel - Warga Sumedang yang tengah mencari pekerjaan mendapatkan perlakuan istimewa lewat aplikasi Sipedo atau Sistem Informasi Pelatihan Berbasis Database Online. 

Setelah ada Sipedo, para pencari kerja di Sumedang dimanjakan. Dengan hanya membuka aplikasi Sipedo, mereka dimudahkan dalam mengakses informasi pelatihan kerja, bahkan bisa melakukan pendaftaran pelatihan kerja secara online. 

Istimewanya lagi, aplikasi itu juga memuat database lulusan pelatihan kerja yang telah tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta dapat diakses oleh pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri melalui aplikasi ini. 

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menuturkan, hadirnya aplikasi Sipedo berangkat dari permasalahan rendahnya daya saing kompetensi angkatan kerja dan partisipasi masyarakat dalam mengikuti pelatihan kerja serta belum adanya database informasi pelatihan kerja. 

"Semua permasalahan ini mengakibatkan kurang efektifnya peningkatan kompetensi angkatan kerja dalam upaya penurunan angka pengangguran di Kabupaten Sumedang," tutur Dony saat memaparkan hasil inovasi Pemkab Sumedang itu di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (13/10/2021). 

Di masa Pandemi COVID-19, tambah Dony, aplikasi Sipedo sangat berguna untuk masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan kerja tanpa harus datang ke UPTD Balai Pelatihan Kerja untuk mendaftar pelatihan. 

"Sipedo juga menayangkan informasi  jadwal pelatihan, bidang keahlian yang dilatih, informasi kelulusan seleksi masuk, lowongan pekerjaan, data alumni pelatihan, serta data minat masyarakat terhadap pelatihan kerja yang dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan perencanaan program peningkatan kompetensi angkatan kerja," paparnya. 

Lebih lanjut Dony mengatakan, aplikasi Sipedo merupakan salah satu dari dua inovasi yang diusung Sumedang untuk merebut gelar juara Kompetisi Inovasi Jawa Barat 2021. Selain Sipedo, pihaknya juga memiliki inovasi lain bernama e-Office. 

E-Office adalah super aplikasi yang digunakan seluruh pegawai Pemkab Sumedang, baik melalui handphone maupun PC yang sudah berbasis digital dan terintegrasi untuk memudahkan dalam bekerja. 

"Dalam satu aplikasi ini sudah memuat layanan tata naskah dinas elektronik, tanda tangan digital, absensi elektronik, disposisi laporan harian kerja, fitur WFH, termasuk e-SAKIP," sebutnya. 

Dengan menggunakan aplikasi e-Office, lanjutnya, tata kelola pemerintahan di Kabupaten Sumedang lebih efektif dan efisien karena semua dilakukan serba digital. 

"Aparat pemerintah di Pemda Kabupaten Sumedang tidak terpaku harus bekerja di kantor dengan adanya aplikasi ini. Mereka bisa bekerja dimana saja dan kapan saja. Disposisi dan surat menyurat bisa dilakukan dengan cepat," jelas Doni. 

Melalui dua inovasi tersebut, Sumedang telah masuk 45 Finalis Top KIJB 2021. Setelah sebelumnya lolos dalam tahapan administrasi dan penilaian proposal, Sumedang kini memasuki tahapan presentasi dan wawancara bersama 18 finalis kabupaten/kota dan 14 perangkat daerah/biro provinsi. 

"Kedua inovasi ini merupakan layanan birokrasi pemerintahan yang sudah berjalan secara efektif di Kabupaten Sumedang," kata Dony. 

KIJB sendiri merupakan agenda tahunan Pemprov Jabar yang diikuti oleh perangkat daerah serta pemerintah daerah kabupaten/kota untuk bekompetisi mengangkat inovasinya masing-masing dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD