AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Lakukan Pembahasan dengan WHO, Indonesia Siap Jadi Pusat Global Pembuatan Vaksin Covid-19?

ECONOMICS
Rizky Pradita Ananda
Kamis, 16 September 2021 20:13 WIB
Indonesia tengah berdiskusi dengan WHO bersamaan dengan enam perusahaan farmasi untuk menjadi pusat global pembuatan vaksin Covid-19.
Vaksin Covid-19

IDXChannel - Indonesia dikabarkan saat ini tengah melakukan pembicaraan dengan Badan Kesehatan Dunia atau WHO terkait pembuatan vaksin.

Dalam wawancara eksklusifnya bersama Reuters, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyebutkan Indonesia tengah berdiskusi dengan WHO bersamaan dengan enam perusahaan farmasi untuk menjadi pusat global pembuatan vaksin Covid-19.

Merinci strategi perihal vaksin Covid-19 untuk pertama kalinya, Menkes Budi dikatakan menyebutkan Indonesia akan memulai inisiatif dengan memprioritaskan pembelian vaksin Covid-19 dari perusahaan yang berbagi teknologi dan mendirikan fasilitasnya di Indonesia.

“Kami bekerja sama dengan WHO untuk menjadi salah satu pusat manufaktur global untuk vaksin mRNA," ujar Menkes Budi, mengutip Reuters, Kamis (16/9/2021). Dikatakan lebih lanjut, Menkes Budi juga sudah melobi langsung Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus perihal masalah ini, dalam kunjungannya ke Eropa awal September 2021 ini.

Menkes Budi percaya diri bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk menjadi pusat global pembuatan vaksin Covid-19.

“WHO telah menunjuk Afrika Selatan sebagai lokasi pertama, dan saya mengatakan bahwa secara logis Indonesia harus menjadi lokasi yang kedua,” tambahnya.

Tak hanya itu, Menkes Budi yakin Indonesia ada di posisi yang tepat untuk mengekspor vaksin Covid-19 ke seluruh dunia. Salah satunya karena Indonesia merupakan negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia dan bisa menjamin bahwa vaksin Covid-19 tersebut halal.

Pusat transfer teknologi baru sendiri diketahui merupakan salah satu dari strategi WHO untuk mendistribusikan produksi vaksin Covid-19 secara lebih luas dan global, serta membangun kapasitas di negara-negara berkembang untuk membuat vaksin generasi baru seperti Moderna MRNA.O dan mRNA berbasis asam nukleat PFE.N Pfizer yang bisa cepat beradaptasi untuk menangani varian virus baru.

Dari keterangan Menkes Budi, Indonesia disebutkan untuk membangun keahlian dalam pembuatan vaksin jenis mRNA, serta suntikan vektor virus seperti yang diproduksi oleh AstraZeneca AZN.L.

Juru bicara WHO mengatakan, Indonesia menjadi salah satu dari 25 negara berpendapatan rendah dan sedang yang berminat menjadi ‘tuan rumah’ pusat pembuatan vaksin. Di saat yang sama, sang juru bicara menolak berkomentar lebih lanjut, apakah Indonesia termasuk sebagai kandidat utama atau tidak.(NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD