AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Larangan Impor Emas Asal Rusia Dinilai Cuma Hiasan Sanksi Baru

ECONOMICS
Yulistyo Pratomo
Senin, 27 Juni 2022 11:49 WIB
Empat negara anggota Grup 7 atau G7, yang dipimpin AS, telah merencanakan untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia.
Larangan Impor Emas Asal Rusia Dinilai Cuma Hiasan Sanksi Baru. (Foto: MNC Media)
Larangan Impor Emas Asal Rusia Dinilai Cuma Hiasan Sanksi Baru. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Empat negara anggota Grup 7 atau G7, yang dipimpin AS, telah merencanakan untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia, yakni larangan melakukan impor emas dari negeri Beruang Merah.

Namun, seorang analis menyebut rencana tersebut hanya berupa "hiasan" sanksi baru dari negara-negara Barat, Sebab, banyak komoditas Rusia sudah tidak dapat dijual atau diperdagangkan ke sejumlah negara.

Seperti diketahui, Amerika Serikat (AS) bersama Inggris, Jepang, dan Kanada berencana mengumumkan larangan tersebut selama KTT G-7 yang dimulai Minggu (26/6/2022) kemarin di Jerman.

“Dampak dari larangan impor emas Rusia oleh negara-negara G-7 kemungkinan akan cukup terbatas, mengingat industri telah mengambil langkah-langkah untuk membatasi emas Rusia,” kata kepala strategi komoditas di ING Groep NV, Warren Patterson, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (27/6/2022).

Melihat hal tersebut, dia meyakini sanksi baru tersebut hanya sebuah simbolis dalam mengutuk agresi militer Rusia ke Ukraina.

Sementara sanksi Barat untuk menghukum Rusia setelah invasinya ke Ukraina sebagian besar telah menutup pasar Eropa dan AS terhadap emas dari penambang emas batangan terbesar kedua di dunia, janji G-7 akan menandai pemutusan total antara Rusia dan dua pusat perdagangan teratas dunia di London dan New York.

Vivek Dhar, analis komoditas di Commonwealth Bank of Australia, mengatakan dalam sebuah catatan, "larangan juga hanya meresmikan apa yang sebagian besar telah diberlakukan melalui sanksi." Bahkan, sanksi baru ini dinilainya tidak akan mendorong harga emas lebih tinggi secara material.

Namun, ahli strategi komoditas di Australia & Selandia Baru Banking Group Ltd, Daniel Hynes, menyebut larangan itu tidak mungkin berdampak nyata pada harga, dengan masalah makro benar-benar mendorong sentimen saat ini.

Sementara itu, perdagangan emas spot naik 0,5 persen menjadi USD1.835,41 per ounce pada pukul 9.35 pagi waktu Singapura. Sementara emas batangan melonjak mendekati rekor tertinggi akibat perang yang mendorong permintaan aset pada Maret lalu. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD