AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Laris Manis, Industri Sarung Tangan Safety Justru Raup Cuan di Tengah Pandemi

ECONOMICS
Avirisda M/Kontributor
Sabtu, 11 September 2021 15:32 WIB
Sarung tangan keselamatan kerja ini penting untuk melindungi para pekerja di sejumlah industri dan proyek yang rentang.
Laris Manis, Industri Sarung Tangan Safety Justru Raup Cuan di Tengah Pandemi (FOTO:MNC Media)
Laris Manis, Industri Sarung Tangan Safety Justru Raup Cuan di Tengah Pandemi (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pandemi Covid-19 ternyata tak terlalu berdampak signifikan terhadap produksi sarung tangan sistem kerja di industri. 

Meski terjadi penurunan produksi sarung tangan safety atau keselamatan kerja di PT Pelita Trijaya Rizki, namun hal itu karena adanya pembatasan pekerja yang masuk.  

Direktur Utama PT. Pelita Trijaya Rizki (Pelita Gloves) Jaya Adi Gama Tengtarto mengatakan, adanya pembatasan pekerja yang masuk diakui berdampak pada penurunan jumlah produksi hingga 50 persen. 

Penurunan ini terjadi sejak pandemi Covid-19 melanda 1,5 tahun di Indonesia. Dimana setiap tahunnya produk sarung tangan keselamatan bermerk Pelita Gloves ini mampu memproduksi hingga 15 juta pasang sarung tangan, sebelum pandemi Covid-19.  

"Jumlah produksi yang berkurang dikarenakan terdampak pandemi Covid-19 mencapai 50 persen dari kapasitas normal kami," ungkap Jaya Adi Gama ditemui di Malang, pada MNC Portal Indonesia, pada Sabtu pagi (11/9/2021).  

Pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk dari sisi industri padat karya yang kerap menggunakan produknya, juga menjadi kendalanya. Bahkan beberapa industri dan proyek juga harus guling tikar karena ketiadaan pangsa pasar.  

"Pandemi Covid-19 sangatlah berpengaruh terhadap jumlah dan kapasitas produksi kami, hal ini dikarenakan banyaknya industri-industri yang harus gulung tikar sehingga kami kehilangan market. Terdapat juga industri-industri padat karya yang harus mengurangi jumlah pekerja, dikarenakan aturan social distancing dari pemerintah, yang mengharuskan kami para pelaku industri mengurangi kapasitas produksi, untuk tetap dapat melakukan kegiatan produksi," terangnya.  

Namun diakuinya secara omzet pendapatan tak terlalu signifikan menurun drastis. Beberapa proyek industri dan konstruksi di Sumatera hingga Papua menjadi sasaran pangsa pasar sarung tangan safety ini.  

"Pandemi ini kita memang terdampak, tapi tidak signifikan, karena masih banyak industri seperti logistik, energi, industri vital tertentu, konstruksi, yang masih membutuhkan sarung tangan safety," katanya.  

Pihaknya juga berkomitmen untuk terus menjaga kualitas kendati terdapat penurunan produksi imbas adanya pandemi Covid-19. "Kami komitmen untuk itu, kami memakai berbagai macam mesin mesin untuk memenuhi permintaan pelanggan tentunya kami juga memiliki tenaga kerja yang mumpuni," jelas pria berusia 32 tahun ini.  

Di sisi lain Covid-19 juga menghadirkan tren positif kesadaran menjaga kesehatan dan kebersihan saat kerja. "Para pekerja sekarang memiliki kesadaran tinggi tentang kebersihan. Dimana mereka selalu mencuci tangan, sebelum dan sesudah masuk ke lingkungan pekerjaan, serta mereka selalu memakai masker untuk melindungi kesehatan mereka," bebernya.  

Ke depan dirinya optimis produksi sarung tangan keselamatan kerjanya bakal kembali naik. Hal ini karena pemerintah dan sejumlah stakeholder terus mengampanyekan akan pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19.  

"Dengan program itu kami harapkan perekonomian kembali pulih dan kami yakin produksi kembali meningkat. Apalagi sarung tangan kami terbuat dari benang daur ulang dengan kualitas terbaik. Dengan 20 tahun pengalaman di bidang sarung tangan rajut safety, kami memberikan produk-produk dengan kualitas terbaik," terangnya.  

Pria yang akrab disapa Jack mengungkapkan, sarung tangan keselamatan kerja ini penting untuk melindungi para pekerja di sejumlah industri dan proyek yang rentang.  

"Pentingnya sarung tangan untuk membantu menyadarkan masyarakat akan hal - hal kecil yang kami lakukan untuk melindungi diri kami saat kami sedang bekerja. Keamanan adalah hal yang perlu kami prioritaskan," tukasnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD