AALI
9750
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
290
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1175
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1110
AGRO
940
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
71
AIMS
530
AIMS-W
0
AISA
280
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3370
AKSI
785
ALDO
890
ALKA
254
ALMI
236
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
472.68
-0.2%
-0.95
IHSG
5970.24
-0.09%
-5.67
LQ45
888.95
-0.17%
-1.47
HSI
28637.46
0.77%
+219.46
N225
29331.37
1.8%
+518.74
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,841
USD/IDR 14,315
Emas
824,769 / gram

Lebihi Target, TKDN Hulu Migas Capai 56 Persen

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Rabu, 17 Maret 2021 13:45 WIB
Realisasi pengadaan barang dan jasa sektor hulu migas pada tahun 2020 mencapai USD 3 miliar dan memiliki TKDN 56%.
Realisasi pengadaan barang dan jasa sektor hulu migas pada tahun 2020 mencapai USD 3 miliar dan memiliki TKDN 56%. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas menyebutkan, realisasi pengadaan barang dan jasa sektor hulu migas pada tahun 2020 mencapai USD 3 miliar. Diketahui, dari nilai tersebut Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mendominasi sebanyak 56%.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, capaian TKDN hulu migas merupakan suatu hal yang sulit untuk dicapai. Akan tetapi, di tahun 2020 justru melebihi target yang ada.

“Saya melihatnya bahwa memang capaian TKDN hulu migas memang suatu hal yang berat untuk dicapai, tetapi berdasarkan laporan dari SKK Migas ternyata tahun 2020 ini justru melewati dari target di mana target itu 53% tapi dalam actual-nya di 2020 bahkan mencapai 56%,” katanya dalam acara Market Review IDX Channel, Rabu (17/3/2021).

Menurut dia, capaian merupakan satu langkah maju dari para pengusaha dan K3S bagaimana bisa memanfaatkan atau menerima produk-produk dalam negeri. “Ini satu langkah maju dari teman-teman pengusaha dan juga teman-teman K3S bagaimana bisa memanfaatkan atau pun menerima produk-produk dalam negeri, sehingga TKDN ini menjadi lebih besar bahkan lebih tinggi lagi. Bahkan tahun 2021 ditargetkan untuk sektor hulu migas oleh SKK Migas sebanyak 57%, harapan saya mungkin bisa lebih dari 57%,” ujar Mamit.

Dia mengatakan, kondisi harga minyak yang sudah mulai kembali naik ini juga diharapkan nantinya akan berdampak positif bagi kegiatan hulu migas yang akan semakin meningkat di tahun 2021. Para pelaku di industri penunjang hulu migas bisa terus mensuplai atau pun menyampaikan barang-barang material mereka sehingga bisa men-support kegiatan-kegiatan hulu migas Indonesia berdasarkan hasil produksi dalam negeri sendiri.

“Karena bagaimana pun saya kira pemanfaatan TKDN ini memberikan multiplier effect atau dampak berganda yang cukup besar terutama dari sisi perekonomian kita. Di samping juga kita bicara mengenai bagaimana terkait dengan tenaga kerja, terus masalah harga pun, saya kira mungkin ke depan akan bisa lebih baik lagi atau pun bahkan mungkin bisa lebih bersaing,” ucap Mamit.  

“Jadi saya kira capaian di sektor hulu migas ini sudah cukup besar dan juga sudah cukup tinggi. Tinggal bagaimana kita bisa mengembangkan teknologi-teknologi lagi ke depannya, sehingga bisa menjadi lebih bisa dioptimalkan hasil produksi dalam negeri,” tambah dia. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD