AALI
9800
ABBA
284
ABDA
6250
ABMM
1365
ACES
1200
ACST
185
ACST-R
0
ADES
3310
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
177
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1260
AGRO-R
0
AGRS
151
AHAP
67
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
730
AKSI
685
ALDO
1355
ALKA
300
ALMI
282
ALTO
268
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.28
0.93%
+4.69
IHSG
6600.82
0.5%
+32.65
LQ45
946.86
0.8%
+7.52
HSI
24289.90
0.19%
+46.29
N225
27011.33
-0.44%
-120.01
NYSE
0.00
-100%
-16413.97
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
849,695 / gram

Lelang Aset Tommy Soeharto Rp2,4 Triliun Disebut-sebut Tak Laku, Ini Kata Kemenkeu

ECONOMICS
Michelle Natalia
Jum'at, 14 Januari 2022 20:43 WIB
Aset Tommy Soeharto yang dilelang seharga Rp2,4 triliun pada Rabu (12/1) lalu disebut-sebut tidak laku.
Lelang Aset Tommy Soeharto Rp2,4 Triliun Disebut-sebut Tak Laku, Ini Kata Kemenkeu (FOTO:MNC Media)
Lelang Aset Tommy Soeharto Rp2,4 Triliun Disebut-sebut Tak Laku, Ini Kata Kemenkeu (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Aset Tommy Soeharto yang dilelang seharga Rp2,4 triliun pada Rabu (12/1) lalu disebut-sebut tidak laku. 

Aset atas nama PT Timor Putra Nasional (TPN) itu menjadi jaminan yang disita pemerintah terkait utang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). 

Direktur Hukum dan Humas Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Tri Wahyuningsih Retno Mulyani mengungkapkan, kemungkinan penyebab aset tersebut tidak laku karena saat ini sedang dalam kesulitan perekonomian akibat pandemi COVID-19. 

“Kita sadari tahu bahwa kondisi saat ini perekonomian seperti apa, itu mungkin jadi salah satu faktor karena aset ini kan berupa tanah, orang beli buat investasi, pasti berpikir untuk investasi saat sekarang ini, beli tahun ini kira-kira 1-2 tahun balik modal lagi nggak?,” ujar Tri dalam Bincang Bareng DJKN secara virtual, Jumat (14/1/2022). 

Dia menyebutkan, aset Tommy kemungkinan tidak laku karena pandemi COVID-19 menjadi pertimbangan masyarakat untuk membeli. 

Kendati demikian, Tri mengatakan jika ada yang membeli aset tersebut akan dijamin legalitasnya dan sudah sesuai ketentuan karena pelelangan yang dilaksanakan oleh negara dengan tujuan untuk mengembalikan uang kepada negara. 

"Pasti sudah ada legalitasnya salah satunya sertifikat, tentunya kita sudah punya sertifikat karena yang paling urgent untuk melaksanakan lelang adalah bukti kepemilikan sama yang melelang itu berhak nggak," tukasnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD