AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Level PPKM Jakarta Naik Level 2, Ini "Biang Keroknya" 

ECONOMICS
Dominique Hilvy Febriani
Selasa, 30 November 2021 14:40 WIB
DKI Jakarta kembali berlakukan PPKM level 2, berikut penyebab utamanya.
Level PPKM Jakarta Naik Level 2, Ini
Level PPKM Jakarta Naik Level 2, Ini "Biang Keroknya"  (Dok.MNC Media)

IDXChannel  - Pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Mendagri No.63/2021. Aturan tersebut DKI Jakarta mengalami kenaikan level PPKM ke level 2. Dengan adanya kenaikan ini ada sejumlah pembatasan aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Terdapat dua hal yang menyebabkan PPKM DKI Jakarta naik ke level 2. Dilansir dari siaran pers Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman dan Investasi (Marves) pada 29 November 2021 menyampaikan terdapat 8 kabupaten/kota yang masuk PPKM level 1. Hal ini didasari asesmen dilakukan pada 27 November 2021.

Selain itu, terdapat 10 kabupaten/kota di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) kembali berstatus PPKM level 2. Ada dua hal yang menyebabkan DKI Jakarta naik ke PPKM level 2.

Penyebab DKI Jakarta naik ke PPKM Level 2 meliputi 2 hal, yakni: 


Tracing Turun

Berdasarkan asesmen dari World Health Organization (WHO), Kemenko Marves mengatakan bahwa tracing di Jabodetabek menurun.

“10 kabupaten/kota yang kembali ke level 2 di antaranya berada di wilayah Jabodetabek yang terjadi akibat turunnya angka tracing (penapisan) anggota aglomerasi di wilayah Jabodetabek," demikian keterangan Kemenko Marves.

Sementara itu, Luhut Pandjaitan mengatakan penambahan kasus positif COVID-19 baru cukup rendah. Ia mengatakan penerapan PPKM Jawa-Bali menunjukkan tren cukup stabil.

"Penerapan PPKM yang masih terus dilakukan di Jawa-Bali menunjukkan tren yang cukup stabil," kata Luhut.


Kenaikan Kasus

Salah satu penyebab kenaikan level adalah mulai terjadi kenaikkan kasus, sementara jumlah orang yang dites PCR dalam sehari menurun. Merujuk pada data BNPB dan Pemprov DKI, kasus Corona harian di Ibu Kota sempat naik lagi pada 24 November lalu.
Laporan harian positif harian dalam sepekan tertinggi pada 24 November dengan angka 82 kasus. Terendah dalam satu minggu 26 kasus pada 22 November. Berikut ini rincian datanya:

Berikut data positif harian:

22 November: 26

23 November: 69

24 November: 82

25 November: 54

26 November: 70

27 November: 54

28 November: 51

29 November: 41

Sementara itu, untuk jumlah orang yang dites PCR setiap harinya cenderung menunjukkan penurunan. Per 22 November ada 10 ribuan orang yang dites PCR. Sehari setelahnya meningkat ke angka 14 ribu orang yang dites PCR.

Perolehan tertinggi warga yang dites PCR di Jakarta yakni pada 24 November di angka 16 ribuan orang. Setelah itu, tes PCR terhadap warga cenderung menurun hingga data per Senin (29/11) kemarin sebanyak 12.196 orang. Ini datanya.


Data tes PCR harian:

22 November: 10.428

23 November: 14.261

24 November: 16.878

25 November: 15.369

26 November: 15.137

27 November: 15.116

28 November: 12.527

29 November: 12.196

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD