AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

LRT Jabodebek Kecelakaan, KNKT akan Buka Black Box untuk Investigasi

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Senin, 25 Oktober 2021 20:37 WIB
Investigasi kecelakaan LRT Jabodetabek tengah dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Indikasi awalnya disebabkan human error.
LRT Jabodebek Kecelakaan, KNKT akan Buka Black Box untuk Investigasi
LRT Jabodebek Kecelakaan, KNKT akan Buka Black Box untuk Investigasi

IDXChannel - Investigasi kecelakaan LRT Jabodetabek tengah dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Indikasi awalnya disebabkan human error akibat masinis pada saat melakukan langsir dengan kecepatan tinggi.

Sementara dugaan bahwa masinis mengalami kelelahan pada saat mengoperasikan kereta, Direktur Utama PT INKA (Persero), Budi Noviantoro mencatat, pihaknya belum bisa menyimpulkan hal tersebut. 

"Ini saya belum tahu, Jaraknya pendek soalnya itu, bukan dari jauh 10 kilo, inikah pendek, gitu aja. Bisa mikir ada apa, lupa gitu ya," ujar Budi, Selasa (25/10/2021). 

Terkait sebab utamanya, kata dia, KNKT lah yang menentukan berdasarkan hasil investigasi. Dia mencatat, kereta memiliki alat yang disebut sebagai tram control management yang bisa mendeteksi atau menghimpun informasi perihal kecelakaan. 

"Kenapa cepet, itu nanti investigasi, nanti itu kecepatan misalnya dari apa namanya. TCM, tram control management system. Nanti ketahuan, ada kayak black box gitu ya. Nanti yang buka KNKT," ungkapnya.

Budi Noviantoro menuturkan permohonan maaf kepada Kementerian BUMN hingga Kementerian perhubungan atas insiden kecelakaan dua kereta Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek. 

"Saya atas nama Dirut dan direksi PT INKA memohon maaf kepada semua pihak baik Kementerian perhubungan, Kementerian BUMN, Menko marves, KAI, LTR Jabodetabek, dan teman-teman yang lain lain," tutur dia. 

Dia mencatat, kecelakaan tersebut terjadi antara rangkaian atau trainset kereta nomor 20 dan nomor 29 di stasiun Cibubur. 

"Maka trainset 29 yang posisi kemarin atau masih di tengah-tengah, karena rangkaian inikan tersebar di antara stasiun, jadi trainset 29 itu posisi di tengah-tengah terus diambil satu per satu, kebetulan cek ke-20 itu, pada saat trainset 29 dari ciracas mau bergabung ke arah Gajah Mukti terjadi tumburan," ungkapnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD