AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Luhut Tinjau Pelabuhan Patimban yang Diperebutkan China, Jepang hingga Korsel

ECONOMICS
Azfar Muhammad
Jum'at, 19 November 2021 08:05 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bersama  Menhub Budi Karya Sumadi meninjau pembangunan proyek Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat.
Luhut Tinjau Pelabuhan Patimban yang Diperebutkan China, Jepang hingga Korsel (FOTO: MNC Media)
Luhut Tinjau Pelabuhan Patimban yang Diperebutkan China, Jepang hingga Korsel (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bersama  Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau pembangunan proyek Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, yang disebut diperebutkan banyak negara.
 
Menko Luhut Binsar mengatakan tinjauan dilakukan guna mengevaluasi operasional pelabuhan Patimban setelah hampir 1 tahun beroperasi dan meninjau  ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. 
 
"Di sini saya ingin mendengar progresnya secara langsung bagaimana penyelesaian akses jalan menuju pelabuhan, termasuk konektivitas jalur pantura dan akses jalan tol, kondisi operasional pelabuhan dan besaran muatan, juga ketersediaan sarana prasarana pendukung seperti air, Listrik, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan telekomunikasi Oleh karena itu pelabuhan Patimban ini sangat perlu kita dorong progresnya,” kata Menko Luhut dalam kunjunganya ke Pelabuhan Patimban, Kamis (18/11/2021). 
 
Pelabuhan Patimban ini diharapkan menjadi stimulator pengembangan wilayah di daerah Subang serta dapat memangkas waktu tempuh distribusi dari Kawasan industri ke Pelabuhan. 
 
“Tidak hanya itu, Presiden Jokowi meminta agar Pelabuhan Patimban juga mendukung ekspor produk selain otomotif, seperti menggerakkan ekonomi UMKM, sektor pertanian, industri kreatif, serta produk lainnya, sehingga mampu bersaing di pasar global,” paparnya.

Pelabuhan Patimban ini akan menjadi cikal bakal Kawasan Regional Metropolitan dan menjadi cita-citanya Gubernur Ridwan Kamil yang dapat menciptakan 4,39 juta peluang pekerjaan pada tahun 2030.

”untuk itu kami mendukung  laju pertumbuhan ekonomi sampai 7,16 persen untuk provinsi Jawa Barat yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya. 
 
Dalam kesempatan yang sama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan progres pembangunan Pelabuhan Patimban kepada Menko Luhut. 
 
"Ini 60 hektar yang sudah direklamasi  dan sudah bisa ekspor mobil 200 ribu dan kontainer sudah bisa 300 ribu disini. Kita akan membangun yang area yang kuning ini. Ini masih kerjasama dengan Jepang Pak,"  Ujar Menhub Budi menjelaskan.


Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan persaingan antara China, Jepang, dan Korea Selatan yang berebut posisi di Pelabuhan Internasional Patimban, Subang, Jawa Barat, yang sudah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Desember 2020 lalu. 

Keberadaan Pelabuhan Patimban pun dinilai strategis bagi investor dari ketiga negara tersebut. Pasalnya, Pelabuhan Patimban mampu meningkatkan ekspor dan impor produk otomotif di kancah global.

Indonesia tercatat menjadi salah satu market mobil terbesar di dunia. Khususnya, mobil hasil produksi Jepang. Sementara, China dan Korea tengah melirik pasar mobil Jepang di Indonesia. Erick menyebut, kedua negara terus berupaya merebut pasar Jepang di dalam negeri. 

Persaingan geopolitik antara China, Jepang, dan Korea, kata Erick, menguntungkan Indonesia. Selain non blok adalah sikap politik Indonesia, pemerintah pun tengah fokus memperkuat infrastruktur di kawasan Patimban. Pengembangan infrastruktur itulah yang menjadi daya tarik bagi negara-negara lain. 

"Korea dan China lagi investasi EV Baterai besar-besaran, dimana, mereka akan melihat tadi, investasi di subang, dan juga tadi, kebutuhan pengiriman mobil ini punya infrastruktur yang penting, karena itu Korea dan China juga merebut market Jepang, nah ini tentu persaingan geopolitik atau persaingan bisnis yang menarik buat Indonesia, karena Indonesia kan non blok," ujar Erick. 

Untuk komposisi saham di proyek strategis nasional (PSN) itu tidak saja dimiliki BUMN. Tercatat, negara memiliki 10 persen saham, sementara 90 persen lainya dimiliki Jepang dan investor swasta nasional. 

Karena itu, Erick membantah kritikan yang menilai investasi di Pelabuhan Patimban kurang menguntungkan. Dia menegaskan, bisnis tersebut harus dilihat secara komprehensif dan bersifat jangka panjang. 

"Jadi, sebaiknya kita investasi masuk untuk pembukaan lapangan kerja. Jadi saya melihat, kasih waktu, kita lihat, ya tentu dari BUMN siap, kalau nanti di kemudian hari ada problem, ya kita cari solusi atau bantuan dengan ekosistem yang baik, bukan sepenggal-penggal," katanya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD