AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Masih Bertahan di Tengah Pandemi, Pengusaha Mal Sebut PHK Jalan Terakhir

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Senin, 02 Agustus 2021 08:34 WIB
Kebijakan PPKM memberikan dampak bagi kelangsungan dunia usaha.
Masih Bertahan di Tengah Pandemi, Pengusaha Mal Sebut PHK Jalan Terakhir (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – Kebijakan PPKM memberikan dampak bagi kelangsungan dunia usaha. Akibatnya, tidak sedikit perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya. 

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai, saat ini memang semua dalam kondisi efisiensi, tidak terkecuali pusat perbelanjaan. Di mana, melakukan PHK itu merupakan hal yang bisa saja terjadi. 

“Sekarang ini kan kondisinya semua dalam kondisi efisiensi, karena pusat perbelanjaannya tutup tidak bisa berusaha. Pendapatan turun tapi satu sisi biaya-biaya relatif tidak berkurang, salah satunya adalah upah pekerja,” ujarnya, dalam Special Dialogue Okezone, Jakarta, Senin (2/8/2021). 

Menurut dia, dengan kondisi saat ini sangat wajar apabila para pelaku usaha melakukan efisiensi di bidang tenaga kerja. Namun, ada tahapan-tahapan yang dilalui untuk melakukan hal tersebut. 

“Tahapan pertama, karyawan dirumahkan tetapi dengan gaji masih dibayar penuh. Kalau PPKM Daruratnya berkelanjutan, sehingga penutupan operasinya berkepanjangan akan masuk ke tahap dua. Tahap kedua itu pekerja dirumahkan tetapi upahnya hanya dibayar sebagian. Nah kalau penutupan berkepanjangan terus, akhirnya yang terjadi adalah tahapan ketiga yakni PHK,” kata Alphonzus. 

Lanjut Alphonzus, PHK adalah opsi terakhir dan menjadi hal yang selalu dihindari oleh pelaku usaha. Oleh karena itu untuk meminimalkan hal itu terjadi, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk memberikan relaksasi dan subsidi bagi para pelaku usaha. 

“Oleh karenanya, kami meminta kepada pemerintah untuk bisa memberikan relaksasi dan subsidi supaya tidak terjadi opsi tiga atau meminimalkan opsi tiga, yaitu PHK. Inilah yang kami harapkan. Jadi pemerintah membantu kami dari sisi relaksasi dan subsidi supaya untuk meminimalkan PHK ini,” pungkasnya.

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD