AALI
11250
ABBA
74
ABDA
6500
ABMM
750
ACES
1525
ACST
380
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1385
ADMF
8525
ADMG
177
ADRO
1180
AGAR
412
AGII
1360
AGRO
1355
AGRO-R
0
AGRS
358
AHAP
62
AIMS
138
AIMS-W
0
AISA
310
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
494
AKRA
3370
AKSI
735
ALDO
450
ALKA
232
ALMI
262
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/02/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
503.52
-0.74%
-3.78
IHSG
6241.80
-0.76%
-47.85
LQ45
944.75
-0.82%
-7.79
HSI
28980.21
-3.64%
-1093.96
N225
28966.01
-3.99%
-1202.26
NYSE
0.00
-100%
-15539.42
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,262
Emas
808,747 / gram

Masih Negosiasi, Erick Bantah Tesla Pilih India⁩

ECONOMICS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Selasa, 23 Februari 2021 13:52 WIB
Erick menegaskan, pemerintah masih tengah melakukan negosiasi dan diskusi dengan Tesla
Masih Negosiasi, Erick Bantah Tesla Pilih India⁩ (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Kabar perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla Inc, memilih India daripada Indonesia untuk membangun pabrik mobil listrik. Kabar itu ditepis Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.  

Erick menegaskan, pemerintah masih tengah melakukan negosiasi dan diskusi dengan Tesla dan sejumlah perusahaan besar lain, baik dari Jepang dan AS untuk bergabung dalam ekosistem pabrik kendaraan listrik (EV battery) milik Indonesia. Proyek strategi itu tengah digenjot saat ini.  

"Kita terus mengadakan pembicaraan dengan beberapa perusahaan besar lainnya dari Jepang, Amerika termasuk yang sering dibicarakan di publik yaitu Tesla," ujar Erick dalam gelaran virtual The Indonesia 2021 Summit, The Future is Now, Leading in The Era of Disruptions, Selasa (23/2/2021). 

Kabar itu pun sudah ditanggapi pemerintah sebelumnya, melalui Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Septian Hario Seto menyebut, meski tidak secara spesifik menyampaikan sikap Tesla, namun dia mengutarakan bahwa saat ini masih ada perjanjian. Dimana, perjanjian iti tidak boleh diungkapkan ke publik.  

"Maaf, saya ada non-disclosure agreement (perjanjian tidak boleh diungkapkan ke publik). Tidak bisa disclose (ungkapkan) apa-apa," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia. 

Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi  sendiri pun sudah menerima proposal rencana investasi dari perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat itu.  

Saat ini, Indonesia sudah membuat kesepakatan perjanjian kerja sama dengan produsen global lainnya untuk EV battery di Indonesia. Misalnya dalam penandatanganan perjanjian antara konsorsium BUMN di bawah PT Pertamina, PT PLN dan MIND ID sebagai holding company pertambangan dengan CATL dan LG Chem. 

Erick meyakini dengan penggarapan EV battery akan menjadi pondasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang ke depan.  

"Nah hal-hal ini tentu tidak lain Indonesia tumbuh dengan program yang jelas seperti EV battery ini bisa juga menjadi pondasi daripada pertumbuhan Indonesia, tidak hanya untuk satu tahun tapi 20 tahun yang akan datang berdasarkan kekuatan sumber daya alam Indonesia," ucap dia.  (sandy)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD