AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Masih Pandemi Covid-19, PMI Manufaktur Indonesia Terus Tunjukkan Penguatan

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Rabu, 01 Desember 2021 10:40 WIB
PMI Manufaktur Indonesia berada di posisi 53,9 pada bulan November 2021, turun dari 57,2 pada bulan Oktober.
Masih Pandemi Covid-19, PMI Manufaktur Indonesia Terus Tunjukkan Penguatan
Masih Pandemi Covid-19, PMI Manufaktur Indonesia Terus Tunjukkan Penguatan

IDXChannel - IHS Markit mencatat Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada di posisi 53,9 pada bulan November 2021, turun dari 57,2 pada bulan Oktober. Ini menggambarkan tiga bulan berturut-turut kondisi bisnis membaik di seluruh sektor manufaktur Indonesia.

Menurut data PMI IHS Markit, pemulihan dari gelombang Covid-19 Delta berlanjut di sektor manufaktur Indonesia pada bulan November, seiring dengan ekspansi sektor selama tiga bulan berturut-turut. Pertumbuhan permintaan dan output menurun dari tingkat rekor pada bulan Oktober namun bertahan pada laju terkuat. 

Direktur Asosiasi Ekonomi IHS Markit Jingyi Pan mengatakan, momentum pertumbuhan di sektor manufaktur Indonesia pada bulan November menurun dari rekor laju bulan Oktober, namun masih bertahan kuat untuk menandakan pemulihan berkelanjutan dari gelombang Covid-19 Delta.

"Perusahaan juga terus memperluas kapasitas tenaga kerja mereka dan meningkatkan aktivitas pembelian di tengah harapan kenaikan output di masa mendatang, yang mana merupakan tanda positif," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (1/12/2021).

Meski begitu, hambatan pasokan terus memengaruhi negara Asia Tenggara ini, dengan perusahaan melihat waktu pemenuhan pesanan lebih lama dan tekanan harga masih terus ada. "Namun demikian, tingkat perpanjangan waktu pengiriman dari pemasok berkurang pada bulan November, kemungkinan menggambarkan tanda-tanda perbaikan menuju akhir tahun," jelasnya.

Sementara itu, sentimen bisnis secara keseluruhan bertahan positif pada bulan November, namun turun ke posisi terendah dalam 18 bulan. Responden survei secara umum berharap bahwa pemulihan ekonomi dari gelombang Covid-19 Delta akan terus berlanjut namun beberapa di antaranya khawatir dengan efek sisi virus. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD