Kerja sama kali ini merupakan terobosan bagi Kadin, terutama karena kerja sama bidang pangan memberikan efek yang sangat baik bagi ketahanan pangan negara," imbuhnya.
Seturut itu, Anin mengutarakan kebutuhan pasokan ayam potong juga mendesak. Sebab, jika stok unggas seperti ayam layak konsumsi lebih sedikit dibanding kebutuhan MBG, maka pemenuhan protein bagi para siswa yang yang menjadi target pemerintah tidak akan tercapai maksimal.
"Indonesia membutuhkan 80 juta paha ayam, per hari untuk 80 juta siswa," katanya.
Perlu diketahui gabungan pengusaha industri telur asal China yang bakal menjadi mitra Kadin memiliki spesifikasi masing-masing. Ada yang fokus pada agroteknologi untuk pengembangan produksi ayam dan produk turunannya hingga yang fokus pada hanya operasional produksi ayam hingga perusahaan yang mengatur rantai pasok.
Adapun korporasi yang terlibat mulai dari Hubei Shendi Biological Technology, Henan Xingjyi, Equipment, Shandong Yuwang Food Group, Fuzhou Min-Tai Machinery, Animal Nutrition Shenzen Red Biotechnology, Shandong bangshengda biotechnology hingga Geren Food Group.