"Peran kami di Kementerian Ketenagakerjaan adalah menyiapkan modalitas mulai dari tempat pelatihan dalam konteks itu adalah skill siap kerja terkait dengan green jobs ini sendiri. Kemudian penyiapan kurikulum, instruktur, fasilitas, sertifikasi sampai kepada rekognisi," jelasnya.
Yassierli menilai penyiapan tenaga kerja untuk memasuki sektor pekerjaan hijau membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Hal ini penting agar perubahan struktur ekonomi akibat transisi energi tidak justru menciptakan kesenjangan baru di pasar kerja.
"Ini harus menjadi kesempatan yang kita ambil, kita siapkan dari awal. Karena semangatnya transisi energi pun semangatnya adalah no one left behind," kata dia.
Dengan potensi hingga 9 juta lapangan kerja baru, pengembangan kompetensi menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi ekonomi hijau, tetapi juga mampu menyediakan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri. (Febrina Ratna Iskana)