AALI
12250
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
3000
ACES
975
ACST
157
ACST-R
0
ADES
5950
ADHI
685
ADMF
8100
ADMG
179
ADRO
3200
AGAR
330
AGII
2000
AGRO
930
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1005
AKSI
280
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.27
1.51%
+8.07
IHSG
6914.14
1.07%
+73.37
LQ45
1015.93
1.33%
+13.36
HSI
20112.10
-1.75%
-357.96
N225
26748.14
-0.94%
-253.38
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,358 / gram

Mendag: ASEAN-AS Matangkan Kerja Sama Ekonomi Digital untuk UMKM

ECONOMICS
Tim IDXChannel
Jum'at, 13 Mei 2022 19:07 WIB
elemen ekonomi digital menjadi isu yang sangat signifikan dalam menavigasi pemulihan arus perdagangan di kawasan.
Mendag: ASEAN-AS Matangkan Kerja Sama Ekonomi Digital untuk UMKM (foto: MNC Media)
Mendag: ASEAN-AS Matangkan Kerja Sama Ekonomi Digital untuk UMKM (foto: MNC Media)

IDXChannel - Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) dan Amerika Serikat (AS) bersepakat merintis kerja sama bidang ekonomi digital. Kesepakatan tersebut merupakan hasil pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan (Mendag) RI Muhammad Lutfi dan Duta Besar United States Trade Representative (USTR) Katherine Tai di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (11/5/2022) waktu setempat. 
Selain kerangka bilateral, pada pertemuan ini dibahas beberapa isu ekonomi yang bersifat regional dan multilateral. Kerja sama ekonomi digital, yang merupakan salah satu elemen pilar Indo-Pacific Economic Framework (IPEF), yaitu pilar Fair and Resilient Trade Menjadi salah satu bahasan utama pertemuan. 
Pilar IPEF lain yang juga turut dibahas adalah supply chain resilience; infrastructure, clean energy dan decarbonization; dan tax and anti-corruption. Pertemuan antara Mendag Lutfi dan Katherine Tai dilakukan di sela rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-Amerika Serikat pada 11-13 Mei 2022. 
Lutfi mengatakan, elemen ekonomi digital menjadi isu yang sangat signifikan dalam menavigasi pemulihan arus perdagangan di kawasan. Namun, platform lintas batas ini memiliki tantangan tersendiri yang dapat memberikan tekanan cukup kuat bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 
Hal tesebut mengingat dinamika perdagangan internasional yang kontra produktif dengan pertumbuhan ekonomi dalam dua tahun terakhir, misalnya pandemi Covid-19, distorsi terhadap rantai pasok global dan regional, eskalasi konflik Rusia dan Ukraina, hingga melemahnya kepercayaan dunia terhadap sistem perdagangan multilateral. 
“Untuk itu, perlu kerja sama seluruh negara dalam menghentikan upaya-upaya kapitalisme modern yang saat ini berkembang di platform digital,” ucapnya. 
Pernyataan Lutfi tersebut menanggapi Duta Besar Katherine Tai yang menyampaikan program Amerika Serikat dalam pembangunan ekonomi dikawasan Indo-Pasifik. Katherine menyatakan, Indonesia Merupakan salah satu negara yang memiliki pengaruh cukup signifikan di kawasan Asia Tenggara. 
Pilar Fair and Resilient Trade mencakup penyusunan prinsip-prinsip, aturan, standar, kolaborasi terkait ekonomi digital yang dewasa ini menimbulkan tantangan serta oportunitas tersendiri. Katherine Tai menegaskan, Pemerintah AS berupaya membangun suatu keterikatan yang didukung oleh sektor bisnis di kawasan melalui pembangunan ekonomi yang semakin tangguh, berkelanjutan, memberikan lebih banyak insentif bagi dunia usaha, dan meningkatkan inklusivitas, namun bukan sesuatu yang dipandang sebagai kebijakan anti-China. 
“IPEF bukan kerangka kerjasama perdagangan tradisional dan memerlukan keterikatan yang lebih erat dalam menciptakan inovasi kerjasama perdagangan baru dengan negara atau ekonomi baru. Amerika Serikat sangat terbuka dalam mengembangkan sesuatu yang inovatif dan berbeda yang mungkin akan memiliki elemen-elemen perjanjian perdagangan sebagai platform untuk melanjutkan kolaborasi,” papar Katherine Tai. 
Pada pertemuan dibahas juga beberapa isu yang menjadi perhatian Indonesia dan Amerika Serikat. Di antaranya mengenai rokok kretek, WTO, dan beberapa isu bilateral seperti generalized system of preferences (GSP), intellectual property right (IPR), dan komitmen dalam kesepakatan Indonesia-Amerika Serikat. Pada pertemuan itu kedua perwakilan akan mengupayakan pertemuan bilateral lanjutan pada pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation Ministers Responsible for Trade (APECMRT) atau pertemuan The Twelfth WTO Ministerial Conference (MC-12) mendatang. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD