AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2420
ACES
725
ACST
193
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
800
ADMF
8150
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
312
AGII
2230
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1550
AKRA
1155
AKSI
274
ALDO
750
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.06
0.84%
+4.57
IHSG
7173.91
0.57%
+40.45
LQ45
1024.64
0.82%
+8.28
HSI
19812.78
-0.55%
-109.67
N225
28963.25
-0.89%
-259.52
NYSE
15734.11
-0.71%
-112.68
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
837,319 / gram

Mendagri Siap Pindah ke IKN 1 Januari 2024

ECONOMICS
Muhammad Refi Sandi/MPI
Rabu, 22 Juni 2022 18:35 WIB
Mendagri Tito bakal pindah kantor ke IKN mulai 1 Januari 2024.
Mendagri Tito bakal pindah kantor ke IKN mulai 1 Januari 2024.
Mendagri Tito bakal pindah kantor ke IKN mulai 1 Januari 2024.

IDXChannel - Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro menyebut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bakal mengawal pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Mendagri Tito bakal pindah kantor ke IKN mulai 1 Januari 2024.

Hal itu disampaikan Suhajar saat menghadiri Rapat Paripurna Perayaan Jakarta Hajatan ke-495 di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2022).

"1 Januari 2024 insyaallah saya akan memimpin Kemendagri bersama Pak Mendagri Tito pindah Kalimantan," kata Suhajar saat memberikan sambutan.

Suhajar menambahkan, di usianya yang ke 495, DKI Jakarta menghadapi tantangan masa depan yang belum ada presedennya. Setelah disahkannya UU tentang Ibukota Negara pada 18 januari 2022 lalu, Jakarta harus mempersiapkan diri menyongsong status baru sebagai Kota yang bukan lagi Ibukota Negara. 

"Dalam waktu tidak lama lagi, secara bertahap proses berpindahnya Ibukota Negara ke penajem paser utara, Kalimantan Timur, akan dimulai. Hal ini akan memiliki implikasi yang luas bagi DKI Jakarta. DKI Jakarta lambat laun bukan lagi menjadi pusat pemerintahan dan birokrasi, dan akan diproyeksikan menjadi pusat bisnis yang bukan saja nasional, melainkan regional, bahkan, global," ujarnya.

Lebih lanjut, Suhajar menilai hilangnya status Ibu Kota di Jakarta berpotensi menjadi ancaman hilangnya identitas kota. Ia berharap Jakarta mampu merumuskan visi-misi baru yang menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman usai ibu kota pindah ke Kalimantan.

"Untuk itu, diperlukan antisipasi dan persiapan yang matang, yang mengharuskan perumusan karakter kota yang khas dan kuat sejak dini," tuturnya.

(NDA) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD