AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Menkes Akui Ada Ratusan Ribu Vaksin Covid-19 yang Kedaluwarsa

ECONOMICS
Rizky Pradita Ananda
Selasa, 18 Januari 2022 14:01 WIB
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin membenarkan soal adanya vaksin Covid-19 yang sudah kedaluwarsa.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin membenarkan soal adanya vaksin Covid-19 yang sudah kadaluarsa. (Foto: MNC Media)
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin membenarkan soal adanya vaksin Covid-19 yang sudah kadaluarsa. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin membenarkan soal adanya vaksin Covid-19 yang sudah kedaluwarsa.

“Memang sudah ada sejak Desember 2021, jadi ada beberapa ratus ribu yang kedaluwarsa. Sedikit sekali di November dan sedikit naik di Desember 2021,” ujar Menkes Budi, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, dikutip dari kanal Youtube Komisi IX DPR RI, Selasa (18/1/2022).

Lebih lanjut Menkes Budi menjelaskan, vaksin kedaluwarsa tersebut hampir semuanya adalah vaksin Covid-19 donasi dari negara-negara maju di dunia. Bukan vaksin Covid-19 hasil pembelian murni.

“Kalau ditanya dari mana itu, vaksin kedaluwarsa ini hampir mungkin di atas 95 persen sekitar 97 persen adalah vaksin donasi. Vaksin donasi yang kita dapat, AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna itu expiry datenya dekat,” tambahnya.

Negara-negara maju yang menjadi donatur vaksin sudah membeli banyak stok vaksin sejak lama dan sudah memvaksin hampir seluruh warganya.

“Vaksin ini diberikan oleh negara-negara maju, karena mereka sudah beli duluan sejak lama. Kemudian saat mereka sudah suntikan semua, dan kemudian mereka juga ngabisinnya susah dan itu yang mereka kasih ke WHO dan COVAX,” kata Menkes Budi lagi.

Ia menuturkan, karena Indonesia punya rantai dingin (cold chain) dan bisa menjalankan program vaksinasi Covid-19 dengan cepat. Berbeda dengan situasi di Afrika, yang mana saat WHO mengirimkan vaksin, alhasil vaksin tak bisa dipakai karena tidak ada rantai dan laju vaksinasinya yang lamban.

Inilah yang membuat negara-negara maju mengirimkan banyak stok vaksin mereka untuk Indonesia.

“Indonesia beruntung karena kita vaksinasinya cepat. Sehingga negara-negara itu kirim ke Indonesia, itu sebabnya kita dapat banyak. Cuma akibatnya, karena expire datenya dekat-dekat ya kita missed,” pungkas Menkes Budi. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD