AALI
7950
ABBA
600
ABDA
0
ABMM
1240
ACES
1320
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2410
ADHI
685
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1335
AGAR
398
AGII
1790
AGRO
2500
AGRO-R
0
AGRS
264
AHAP
59
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
650
AKRA
3600
AKSI
422
ALDO
635
ALKA
226
ALMI
270
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/07/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
438.19
-1.28%
-5.68
IHSG
6070.04
-0.83%
-50.69
LQ45
823.04
-1.17%
-9.71
HSI
25961.03
-1.35%
-354.29
N225
27283.59
-1.8%
-498.83
NYSE
16697.14
0.75%
+123.58
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
850,320 / gram

Menkes Ungkap 97 Persen Obat di RI Masih Impor

ECONOMICS
Binti Mufarida/Sindonews
Selasa, 15 Juni 2021 16:33 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan 97% obat-obatan di Indonesia masih impor.
MNC Media

IDXChannel - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan 97% obat-obatan masih impor. Dan hanya 3% obat-obatan yang produksi dalam negeri.  

“Kita juga bisa lihat untuk obat obatan hanya 3% nya produksi dalam negeri, 97% masih impor. Padahal dari 1.809 macam obat yang ada di e-katalog hanya 56 item obat yang belum diproduksi di dalam negeri,” ungkap Budi secara virtual, Selasa (15/6/2021).  

Bahkan, kata Budi, dari 10 bahan baku obat yang terbesar baru dua yang ada di Indonesia. Dan yang lainnya masih impor. “Kemudian dari bahan baku obat yang seperti saya sampaikan tadi, 10 bahan baku obat terbesar baru dua yang diproduksi di dalam negeri, yang lainnya juga masih impor,” katanya.

Hal ini, kata Budi cukup menyulitkan khususnya untuk penanganan Covid-19 yang harus mengimpor bahan baku obat dari luar negeri.

“Kita mengalami pada saat kita pandemi ini seperti ini butuh obat bahan bakunya nggak ada, jadi obatnya tidak bisa kita berikan ke rakyat, jadi kita harus khusus terbang mencari bahan baku,” paparnya.

Oleh karena itu, Budi menegaskan bahwa pemerintah memastikan harus mengurangi ketergantungan dari luar negeri, termasuk obat-obatan maupun bahan bakunya.

“Nah kami dari sektor kesehatan ini dari sistem resiliensi kesehatan, kami ingin memastikan semua bahan baku obat, obat-obatan dan juga alat kesehatan itu bisa diproduksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap negara lain terutama pada saat terjadi pandemi seperti ini, supaya sistem resiliensi kesehatan kita tangguh,” tegasnya.  

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD