AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Menkes Ungkap Pengeluaran untuk Kesehatan Capai Rp490 Triliun Per Tahun

ECONOMICS
Binti Mufarida/Sindonews
Selasa, 15 Juni 2021 13:11 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan anggaran di Kementerian Kesehatan per tahunnya hanya Rp85 triliun.
Menkes Ungkap Pengeluaran untuk Kesehatan Capai Rp490 Triliun Per Tahun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan anggaran di Kementerian Kesehatan per tahunnya hanya Rp85 triliun. Namun, spending atau pengeluaran untuk industri kesehatan setahun Rp490 triliun.

“Kita mencoba melihat kemudian cart health account, national health account kita, Saya terkejut walaupun anggaran saya lumayan besar ada Rp85 triliun, ternyata spending di industri kesehatan setahunnya itu Rp490 triliun,” ungkap Budi secara virtual, Selasa (15/6/2021).

Budi mengatakan dari pengeluaran sebanyak Rp490 triliun itu swastanya hanya sekitar Rp234 triliun dan pemerintah sebesar Rp255 triliun.

“Kalau kita lihat semua spending, baik itu swasta maupun pemerintah di sektor kesehatan itu ada sekitar Rp490 triliun. Kita bisa lihat juga pecahannya national health account kita ini, swastanya hanya sekitar Rp234 triliun, pemerintahannya sebesar Rp255 triliun,” ungkap budi.  

Budi mengatakan yang paling banyak adalah untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) dan juga untuk pembiayaan di Pemerintah Daerah. “Besarnya pemerintah di mana? Yang pertama adalah BPJS. Dan yang kedua adalah dari Pemda,” papar Budi.

Smeentara pengeluaran swasta paling banyak adalah dari rumah tangga.

“Sedangkan yang swasta besarnya di mana? Itu dari rumah tangga. Karena masih banyak orang-orang kita yang membeli obatnya tidak melalui mekanisme asuransi nasional, tapi langsung ke toko-toko obat atau alat-alat obat lainnya. Sehingga itu masih cukup besar.”

“Kita coba melihat bahwa obat dan Alkes minimal Rp24 triliun. Kalau kita lihat spending rumah sakit yang Rp272 triliun, itu sebagian besar juga obat-obatan dan alat kesehatan. Spendingnya Puskesmas, Klinik, Fasilitas Kesehatan primer itu juga sebagian ada obat dan alat kesehatan,” ungkap Budi.  

Bahkan, Budi memperkirakan bahwa pengeluaran kesehatan per tahun lebih dari Rp490 triliun. “Jadi sebenarnya obat dan alat kesehatan tuh minimal Rp24 triliun. Tapi feeling Saya mungkin jauh lebih besar dari itu ya baik swasta maupun pemerintah, baik yang diproduksi dalam negeri maupun yang di impor.” (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD