"Kementerian Pariwisata akan konsisten melakukan pengembangan produk serta paket wisata yang relevan. Langkah ini diambil untuk mendorong pariwisata berkualitas yang memberikan dampak menguntungkan bagi ekonomi, sosial budaya, hingga pelestarian lingkungan," ujar Widiyanti dalam keterangan resmi, dikutip Senin (11/5/2026).
Beralih ke sektor domestik, jumlah perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Maret 2026 tercatat mencapai 126,34 juta, melonjak 42,10 persen dibandingkan Maret 2025. Kenaikan ini dipicu oleh libur panjang Nyepi dan Idul Fitri di bulan tersebut, yang dibarengi dengan peningkatan konsumsi masyarakat. Secara akumulatif pada kuartal I-2026, perjalanan wisatawan lokal naik 13,14 persen menjadi 319,51 juta perjalanan.
Kemenpar turut mencermati tren perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri. Tercatat ada 793.158 perjalanan wisatawan nasional selama Maret 2026, yang meningkat 36,26 persen dibandingkan Maret 2025; angka ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh periode libur hari raya.
Kendati demikian, arus kunjungan wisatawan asing baik pada Maret 2026 maupun akumulasi kuartal pertama masih lebih besar dibandingkan perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri jika dibandingkan dengan periode serupa di 2025. Tercatat surplus 0,30 juta kunjungan pada Maret 2026, dan surplus 0,94 juta kunjungan untuk periode Januari–Maret 2026. Situasi ini memberikan kontribusi positif terhadap net devisa sektor pariwisata Indonesia.
(Rahmat Fiansyah)