Lebih lanjut, Amran menilai momentum saat ini seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja sektor pertanian dan perkebunan. Dia mengungkapkan nilai ekspor pertanian pada tahun lalu meningkat hingga Rp167 triliun, sehingga kenaikan harga komoditas ekspor semestinya dapat memberikan manfaat yang lebih besar kepada petani.
"Ini harusnya momentum ini, kesempatan ini sektor pertanian kita gunakan dengan baik. Tahun lalu ekspor kita naik Rp167 triliun. Jadi kalau ada katakanlah masalah, itu pasti ada positifnya. Positifnya ini kita gunakan, yaitu seperti perkebunan ini ekspor kita harusnya naik semua dan petani 15 juta merasakan itu nanti," kata Amran.
Untuk mengatasi masalah ini, Amran menyebut phaknya bersama penegak hukum akan melakukan pemeriksaan terhadap ratusan perusahaan sawit yang belum menyesuaikan harga TBS kelapa sawit seperti yang telah disepakati bersama.
"Hari ini masih ada kurang lebih 300 dari totalnya 1.900 perusahaan yang bergerak sektor kelapa sawit. Yang 300 ini kita akan periksa, kita akan cek kenapa dia tidak naikkan seperti semula," ujarnya.
(Dhera Arizona)