sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Mentan Tegaskan Indonesia Sudah Swasembada, Hanya Impor Beras Khusus Basmati

Economics editor Tangguh Yudha
05/05/2026 11:23 WIB
Mentan menegaskan Indonesia tidak lagi melakukan impor beras untuk kebutuhan konsumsi umum masyarakat.
Mentan Tegaskan Indonesia Sudah Swasembada, Hanya Impor Beras Khusus Basmati. (Foto: iNews Media Group)
Mentan Tegaskan Indonesia Sudah Swasembada, Hanya Impor Beras Khusus Basmati. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Pertanian (Mentan) yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan Indonesia tidak lagi melakukan impor beras untuk kebutuhan konsumsi umum masyarakat.

Menurutnya, Indonesia telah mencapai swasembada beras, khususnya untuk jenis beras medium yang menjadi konsumsi harian mayoritas masyarakat. Ia membantah anggapan bahwa pemerintah masih melakukan impor beras dalam skala signifikan.

"Kemudian (dibilang masih) ada impor, iya ini yang rancu. Ada impor nol koma nol sekian persen, itu (beras khusus) basmati yang tidak ditanam di Indonesia. Tidak bisa tumbuh (di sini)," ungkap Amran dalam keterangan resminya, Selada (5/5/2026).

Ia menjelaskan kondisi geografis dan iklim Indonesia tidak memungkinkan untuk memproduksi jenis beras tertentu, sehingga impor tetap dilakukan secara terbatas untuk memenuhi kebutuhan segmen khusus, bukan konsumsi massal.

Lebih lanjut, Amran menegaskan bahwa yang dimaksud dengan swasembada adalah kemampuan memenuhi kebutuhan beras medium secara mandiri tanpa bergantung pada impor.

Sebelumnya, Amran mengungkapkan cadangan beras pemerintah (CBP) telah mencapai 5,1 juta ton, angka yang disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Ia menjelaskan, lonjakan stok berdampak pada keterbatasan kapasitas penyimpanan. Saat ini, kapasitas gudang Bulog sekitar 3 juta ton, sehingga pemerintah harus menyewa tambahan gudang hingga 2 juta ton yang kini hampir terisi penuh.

Bahkan, pemerintah tengah menambah lagi kapasitas sewa sekitar 1 juta ton untuk mengantisipasi peningkatan stok dalam waktu dekat.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement