AALI
9600
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
830
ADMF
8050
ADMG
173
ADRO
2970
AGAR
324
AGII
2030
AGRO
730
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1060
AKSI
296
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
212
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.09
-0.81%
-4.37
IHSG
6971.29
-0.64%
-44.77
LQ45
1002.80
-0.79%
-7.94
HSI
22124.19
-0.47%
-105.33
N225
26984.14
0.42%
+112.87
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,840
Emas
871,109 / gram

Menteri Bahlil Pamer Minat Eropa-AS Investasi di RI, Ini Sektornya

ECONOMICS
Athika Rahma
Kamis, 26 Mei 2022 02:40 WIB
Menteri Bahlil mempromosikan peluang investasi di Indonesia melalui World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Menteri Bahlil Pamer Minat Eropa-AS Investasi di RI, Ini Sektornya (FOTO: MNC Media)
Menteri Bahlil Pamer Minat Eropa-AS Investasi di RI, Ini Sektornya (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mempromosikan peluang investasi di Indonesia melalui World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Bahlil mengatakan, antusiasme dan animo investor global terhadap proyek investasi di Indonesia sangat tinggi. 

Beberapa sektor yang menjadi pembahasan antara dirinya dengan para investor global adalah terkait perdagangan karbon serta hilirisasi batu bara. 

"Saya ketemu teman-teman di Swiss ini, kami bicara gasifikasi batu bara low calorie menjadi DME (Dimetil Eter)," ujar Bahlil dalam konferensi pers, Rabu (25/5/2022) malam. 

Selain itu, proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru juga menjadi perhatian para investor. Banyak yang berminat menanamkan modalnya untuk menggarap IKN, namun Bahlil tidak merinci hal ini. 

"Jangan berpersepsi IKN hanya dinilai dari Arab, Masayoshi Son (CEO Softbank dari Jepang) saja, jangan ada pikiran gitu. Baik dari Asia, Eropa punya minat investasi di IKN," ungkapnya. 

Bahlil mengatakan, dalam forum tersebut, dirinya juga menegaskan kepada investor bahwa ekspor komoditas yang berkaitan dengan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) memang dilarang. Hal ini dilakukan demi pemenuhan kebutuhan dalam negeri. 

"Tapi saya nggak larang investasi EBT di Indonesia jadi silakan, tapi kalau urusan ekspor, tidak, karena itu keputusan pemerintah untuk mengamankan pasokan ke dalam negeri," pungkas Bahlil. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD