AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Menteri Erick Pastikan Program `Bersih-Bersih` BUMN Berlanjut

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Senin, 27 Juni 2022 16:40 WIB
Kolaborasi dengan penegak hukum terus berlanjut, karena sudah banyak membuahkan hasil, dengan menindak pihak-pihak yang melakukan kasus korupsi.
Menteri Erick Pastikan Program `Bersih-Bersih` BUMN Berlanjut (foto: MNC Media)
Menteri Erick Pastikan Program `Bersih-Bersih` BUMN Berlanjut (foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, memastikan bahwa upayanya untuk melakukan 'bersih-bersih' kinerja perusahaan BUMN bakal terus dilanjutkan.

Karenanya, Erick juga memastikan bahwa kerjasama antara Kementerian BUMN dengan Kejaksaan Agung (Kejagung), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan terus dilanjutkan sebagai bentuk konkret dari upaya 'bersih-bersih' tersebut.

"Kolaborasi dengan penegak hukum terus berlanjut, karena sudah banyak membuahkan hasil, dengan menindak pihak-pihak yang melakukan kasus korupsi," ujar Erick, dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (27/6/2022).

Dicontohkannya, dua tersangka baru baru saja telah ditetapkan dalam kasus pengadaan pesawat PT Garuda Indonesia Tbk jenis CRJ-1000 dan dan ATR-72 dengan jumlah 23 unit.

"Memang sejak awal pun kita melibatkan lembaga-lembaga penegak hukum, seperti KPK dalam pencegahan, dan tentu bersama Kejaksaan dalam hal perbaikan sistem yang akan dijalankan," tutur Erick.

Menurutnya, program bersih-bersih ini semata-mata untuk membuat proses bisnis BUMN menjadi lebih transparan. Sehingga, hasilnya bisa berkontribusi lebih besar untuk masyarakat dan negara.

"Dan tentu kita akan juga mendorong program lainnya yang saya belum bisa sampaikan hari ini karena tadi baru diskusi. Insya Allah bagaimana kita berkolaborasi profesional, transparan, dan hasilnya bisa menyeluruh," tegas Erick. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD