AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22229.52
2.35%
+510.46
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Menteri PUPR Bongkar Biang Kerok Banjir Rob di Semarang

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Minggu, 29 Mei 2022 10:36 WIB
Menteri Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut bahwa perubahan iklim merupakan dampak yang nyata.
Menteri PUPR Bongkar Biang Kerok Banjir Rob di Semarang (FOTO:MNC Media)
Menteri PUPR Bongkar Biang Kerok Banjir Rob di Semarang (FOTO:MNC Media)

IDXChannel  - Menteri Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut bahwa perubahan iklim merupakan dampak yang nyata. 

Jika tidak segera diatasi bersama, maka cepat atau lambat umat manusia bakal merasakannya.

Seperti misalnya yang belum lama dirasakan masyarakat di Semarang, Tengah yang terdampak Banjir Rob dari Laut Jawa. Tentu banjir rob di Semarang bukan yang pertama, karenya seringnya bahkan pemerintah membuat tanggul agar tidak terdampak banjir rob.

Akibat perubahan iklim kenaikan muka air laut makin hari makin meningkat, yang bahkan kondisinya sudah di atas permukaan tanah. Menteri Basuki menyebut pembanguann tanggul di Semarang sebetulnya sudah mengkur dari kenaikan air laut sebelumnya.

Namun nyatanya, kemarin tetap saja air laut lebih tinggi dari permukaan tanah yang menyebabkan beberapa wilayah di Semarang terendam air laut yang sudah barang tentu banyak merugikan masyarakat.

"Terkena dampak perubahan iklim di Semarang, Jawa Tengah yakni banjir rob. Parapet yang dibangun berdasarkan data terakhir banjir rob setinggi sekitar 1,8 meter di atas muka laut, pasang naiknya sehingga kita bikin parapet 2 meter," kata Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya dikutip Minggu (29/5/2022).

Sedangkan tinggi air laut yang terjadi saat banjir rob kemarin mencapai 2,1 materi. Kenaikan muka air laut itu tergolong signifikan. Antar bajir rob terkahir yang menjadi hitungan pemerintah dan banjir rob yang baru kemarin terjadi, mengalami kenaikan setidaknya 30cm.

"Karena fenomena perubahan iklim air pasang tinggi melebihi jadi 2,1 meter," sambungnya.

Pelepasan emisi karbon yang tidak bisa dibendung bakal membuat perubahan iklim semakin cepat siginifikan tejadi. Menteri Basuki berharap bersama dengan negara-negara yang tergabung di Forum Global Platform On Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 bisa saling bekerja sama untuk mengatasi dampak dari perubahan iklim.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD