AALI
9900
ABBA
402
ABDA
0
ABMM
1460
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2880
ADHI
1020
ADMF
7700
ADMG
198
ADRO
1805
AGAR
340
AGII
1510
AGRO
2000
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
67
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
965
AKRA
4170
AKSI
420
ALDO
1060
ALKA
242
ALMI
246
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.01
1.57%
+7.81
IHSG
6556.22
0.75%
+48.54
LQ45
944.99
1.44%
+13.45
HSI
23695.09
0.15%
+36.17
N225
27778.71
-0.56%
-156.91
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,841
USD/IDR 14,365
Emas
822,218 / gram

Menuju Akhir 2021, Ini Tiga Deretan Tantangan Ekonomi Global

ECONOMICS
Kunthi Fahmar Sandy
Kamis, 25 November 2021 16:34 WIB
Menuju berakhirnya tahun 2021, pemulihan global menghadapi tantangan dan risiko yang signifikan.
Menuju Akhir 2021, Ini Tiga Deretan Tantangan Ekonomi Global (FOTO:MNC Media)
Menuju Akhir 2021, Ini Tiga Deretan Tantangan Ekonomi Global (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Menuju berakhirnya tahun 2021, pemulihan global menghadapi 

tantangan dan risiko yang signifikan. Risiko pertama adalah inflasi. Harga konsumen telah rebound karena melonjaknya permintaan barang dan jasa didukung oleh ekonomi yang dibuka kembali. 

Inflasi indeks harga konsumen (IHK) telah melampaui 5% di Amerika, 4% di Zona Euro, dan 3% di Inggris. "Kenaikan inflasi 

seiring dengan ekonomi yang dibuka kembali terbukti lebih kuat dari yang diperkirakan bank sentral," ujar Eli Lee Head of Investment Strategy, Bank of Singapore, Kamis (24/11/2021).

Investor dengan demikian khawatir bahwa sikap dovish dari bank sentral utama, yang telah menjadi kunci aset berisiko yang mencapai tertinggi sepanjang masa tahun ini, akan ditinggalkan jika inflasi tidak mulai mereda selama beberapa bulan ke depan. 

Risiko kedua saat ini adalah lonjakan harga minyak, gas alam dan batubara. Kenaikan harga energi dapatmenyebabkan inflasi yang lebih luas jika perusahaan meneruskan biaya bahan bakar yang lebih tinggi kepada konsumen dengan menaikkan harga barang dan jasa. 

"Investor dengan demikian mencermati bagaimana bank sentral merespon dampak dari guncangan minyak," papar dia. Jika pembuat kebijakan pada ekonomi pengimpor energi memutuskan untuk menaikkan suku bunga dengan cepat untuk mengurangi tekanan inflasi, maka aset berisiko cenderung tertekan.

Risiko ketiga adalah kasus baru yang terus muncul. Namun, dampak pandemi terhadap aktivitas ekonomi jauh lebih sedikit dibandingkan dua gelombang pertama tahun 2020 dan penyebaran varian delta selama musim panas 2021.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD