AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Miris! Jutaan UMKM di Jabar Tak Punya Nomor Induk Berusaha

ECONOMICS
Arif Budianto/Kontributor
Sabtu, 14 Mei 2022 04:11 WIB
Jutaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Barat diketahui belum memiliki nomor induk berusaha (NIB).
Miris! Jutaan UMKM di Jabar Tak Punya Nomor Induk Berusaha. (Foto Ilustrasi: MNC Media)
Miris! Jutaan UMKM di Jabar Tak Punya Nomor Induk Berusaha. (Foto Ilustrasi: MNC Media)

IDXChannel - Jutaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Barat diketahui belum memiliki nomor induk berusaha (NIB). Padahal, NIB akan memudahkan pelaku usaha memiliki legalitas lainnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Indra Sofyan menyatakan, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), di Jawa Barat ada sekitar 7 juta pelaku UMKM. Sayangnya, dari jumlah itu hanya sebagian kecil pelaku UMKM yang sudah memiliki NIB.

"UMKM yang sudah punya NIB sekitar 3 persen atau sekitar 200.000-an dari 7 juta UMKM di Jabar. Sementara sisanya belum memiliki NIB," jelas Indra pada press conference Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) di Kantor BI, Jumat (13/5/2022).

Menurut dia, rendahnya jumlah UMKM yang memiliki NIB karena kesadaran pelaku UMKM yang masih kurang. Padahal, NIB memberi efek positif untuk mengurus dokumen lainnya. Seperti NPWP, surat izin usaha, dan lainnya.

Untuk menggenjot kesadaran pelaku usaha, pada acara KKJ di Trans Luxury Hotel, pihaknya akan membuka stand pendaftaran NIB. Syaratnya pun cukup mudah dan tidak akan menyulitkan pelaku usaha.

Sementara itu, Menurut Kepala BI Jabar Herawanto, UMKM tersebut perlu dukungan baik dalam bentuk akses pasar, pembiayaan, dan lainnya. Bank Indonesia oleh karenanya juga konsen terhadap pengembangan UMKM melalui pelibatan mereka dalam berbagai kegiatan.

"Sudah selayaknya Jabar kedepankan produk karya kreatif. Sekarang tak hanya fesyen, tapi kami ada sektor lain yang juga punya potensi besar seperti animasi, wisata, dan lainnya. Karena ini potensi luar biasa," kata Herawanto.

Namun, kata dia, UMKM yang jumlahnya cukup banyak itu perlu dukungan promosi dan pembiayaan. Di event KKJ dan PKJB ini, pihaknya akan menggandeng UMKM sebagai wujud peran Bank Indonesia Jawa Barat dalam pengembangan UMKM serta perluasan akses pasar produk unggulan.

Rangkaian event ini akan mengikutsertakan hingga 12.000 UMKM unggulan Jawa Barat yang terdiri atas produk fashion, craft, kuliner, kopi dan teh, serta pariwisata khas Jawa Barat. Mereka akan dikibarkan pada berbagai kegiatan di antaranya display produk atau showcasing, talkshows, dan digital discussion, business matching dan sebagainya.

"Nanti akan ada sesi Business Matching UMKM unggulan Jawa Barat dengan potential buyer dari berbagai negara. Sudah ada satu UMKM potensial yang juga akan menggelar business matching dengan lima calon buyer luar negeri, " katanya.

Dengan difasilitasi seperti itu, diharapkan akan memperluas akses pasar produk UMKM kreatif Jawa Barat di pasar domestik, maupun pasar global hingga ke London, China, Korea, Amerika, Singapura dan Jepang.

Rencananya, KKJ dan PKJB 2022 akan digelar selama tiga hari pada 14 hingga 16 Mei 2022 di Ballroom Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD