AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Monopoli Sistem Operasi Android, Google Dijatuhi USD177 Juta di Korea Selatan

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 15 September 2021 12:04 WIB
Regulator Korea Selatan menjatuhkan denda kepada Alphabet Inc. milik Google senilai 207,4 miliar Won atau USD177 juta.
Monopoli Sistem Operasi Android, Google Dijatuhi USD177 Juta di Korea Selatan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Regulator Korea Selatan menjatuhkan denda kepada Alphabet Inc. milik Google senilai 207,4 miliar Won atau USD177 juta atau bila dikonversikan, setara Rp253 triliun. Ini diajukan atas tuduhan penyalahgunaan dominansi pada industri sistem operasi android dan aplikasinya.

Mengutip program 1st Session Closing IDX Channel, Rabu (15/9/2021), denda senilai 207,4 miliar Won yang diputuskan pada Selasa (14/9/2021) adalah salah satu pungutan tertinggi yang dikenakan oleh negara ini atas penyalahgunaan dominasi pasar. Setelah denda yang dikenakan oleh chipset seluler Qualcomm Inc.

Pada Agustus 2021 lalu, Korea Selatan menjadi negara pertama yang meloloskan undang-undang yang memaksa Apple Inc. dan Google untuk membuka toko aplikasinya kepada sistem pembayaran eksternal. Denda tersebut merupakan pelanggaran anti-trust terbaru yang dilakukan Google di Korea Selatan.

Awal bulan ini, parlemen meloloskan undang-undang yang melarang operator toko aplikasi besar seperti Google, memaksa pengembang perangkat lunak untuk menggunakan sistem pembayaran mereka. Hal ini secara efektif menghentikan pengembang dari membebankan komisi pada pembelian di dalam aplikasi.

Dilansir dari Reuters, Rabu (15/9/2021), tindakan Komisi Perdagangan Korea Selatan (KTFC) bertujuan untuk memacu persaingan dengan memberikan kebebasan kepada para pengembang untuk menciptakan fork dari android tanpa takut akan dikenai tindakan hukum dari Google.

Untuk diketahui, fork adalah penyalinan sebuah proyek dengan modifikasi agar sesuai dengan tujuan pabrikan.

"Karena itu, pembuat perangkat tidak dapat meluncurkan produk inovatif dengan layanan baru. Akibatnya, Google dapat semakin memperkuat dominasi pasarnya di pasar OS seluler," ungkap Ketua KFTC, Joh Sung-Wook dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Rabu (15/9/2021).

Menurut komisi perdagangan dominasi pasar Google di area seluler telah menciptakan penghalang bagi pesaing. Amazon.com Inc dan Alibaba Group Holding Ltd gagal meluncurkan bisnis OS Seluler, sementara layanan baru jam tangan pintar dari perangkat Samsung dan LG tidak dapat dirilis tepat waktu karena Google. (FIRDA/TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD