IDXChannel – Indeks saham Korea Selatan (Korsel) anjlok 8 persen pada Senin (9/3/2026), memicu penghentian perdagangan (trading halt) otomatis (circuit breaker) untuk kedua kalinya bulan ini di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Sementara itu, mengutip Reuters, nilai tukar won melemah lebih dari 1 persen dan diperdagangkan mendekati batas psikologis 1.500 per dolar.
Indeks acuan KOSPI turun 452,80 poin atau 8,11 persen menjadi 5.132,07 pada 08.48 WIB.
Sepanjang pekan lalu, KOSPI telah merosot 10,6 persen, penurunan terbesar sejak Maret 2020, di tengah volatilitas pasar yang meningkat akibat lonjakan harga minyak dan sentimen risk-off.
Penghentian perdagangan otomatis kembali diaktifkan untuk kedua kalinya bulan ini, setelah sebelumnya juga dipicu pada Rabu lalu.