AALI
8850
ABBA
238
ABDA
6025
ABMM
4340
ACES
635
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7400
ADHI
760
ADMF
8600
ADMG
169
ADRO
3890
AGAR
302
AGII
2360
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
106
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1580
AKRA
1305
AKSI
322
ALDO
700
ALKA
290
ALMI
410
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.67
-1.15%
-6.24
IHSG
7093.87
-1.18%
-84.71
LQ45
1014.22
-1.11%
-11.41
HSI
17947.74
0.08%
+14.47
N225
26532.67
-2.29%
-621.16
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
792,736 / gram

Muncul Virus Baru di China, Namanya Langya dan 35 Orang Sudah Terinfeksi

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Rabu, 10 Agustus 2022 14:26 WIB
China melaporkan kemunculan sebuah virus bariu yang diberi nama Langya, dan telah menginfeksi 35 orang.
Muncul Virus Baru di China, Namanya Langya dan 35 Orang Sudah Terinfeksi. (Foto: MNC Media)
Muncul Virus Baru di China, Namanya Langya dan 35 Orang Sudah Terinfeksi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - China melaporkan kemunculan sebuah virus bariu yang diberi nama Langya, dan telah menginfeksi 35 orang. Virus ini sebenarnya dikenal sebagai zoonosis yang hanya menyerang hewan.

Virus Langya berasal dari famili Henipavirus. Kasus wabah baru ini diidentifikasi di dua kota di China, Shandong dan Henan.

Menurut laporan Straits Times, virus Langya ini ditemukan berkat sistem deteksi ini pada mereka yang demam dengan riwayat pajanan hewan. Virus diidentifikasi melalui pemeriksaan swab tenggorokan dari pasien yang kebanyakan adalah petani.

"Wabah ini sepenuhnya baru, karena belum pernah menginfeksi manusia sebelumnya," terang laporan kesehatan tersebut, dikutip MNC Portal, Rabu (10/8/2022).

Meski begitu, dua virus dari famili yang sama sudah lebih dulu menginfeksi manusia. Dua virus tersebut adalah Hendra dan Nipah. Keduanya dapat menyebabkan penyakit parah dan terkadang fatal.

"Hingga saat ini belum ada vaksin maupun obat khusu untuk virus Langya," tegas laporannya.

Bagaimana Langya ditemukan?

Studi menjelaskan bahwa 26 dari 35 kasus infeksi Langya di Shandong dan Henan teah mengembangkan gejala klinis seperti demam, ruam merah, batuk, anoreksia, mialgia, mual, sakit kepala, dan muntah.

"Sejauh ini kasus tidak dikategorikan sebagai kasus fatal atau sangat serius, sehingga tidak perlu panik," kata Profesor Wang Linfa dari Emerging Infectious Disease Program di Duke-NUS Medical School, Singapura.

Dijelaskan dalam laporan studi bahwa tidak ada kontak dekat atau riwayat paparan umum di antara pasien yang menunjukkan bahwa infeksi pada populasi manusia mungkin sporadis.

Hal ini terbukti dari surveilans pada 9 kasus positif menunjukkan tidak ada kasus positif Langya di kontak dekat pasien.

Di sisi lain, peneliti menemukan virus Langya di 71 dari 262 tikus yang diteliti. Selain tikus, virus ini juga ditemukan di anjing dan kambing. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD