AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Nissan Pangkas Produksi hingga Pertengahan 2022

ECONOMICS
Bertold Ananda
Kamis, 09 Desember 2021 12:37 WIB
Produsen mobil Nissa memutuskan memangkas produksi mobilnya akibat kekurangan pasokan suku cadang dan chip semikonduktor yang terjadi di seluruh dunia.
Nissan Pangkas Produksi hingga Pertengahan 2022 (FOTO: MNC Media)
Nissan Pangkas Produksi hingga Pertengahan 2022 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Produsen mobil Nissa memutuskan memangkas produksi mobilnya akibat kekurangan pasokan suku cadang dan chip semikonduktor yang terjadi di seluruh dunia.

Dilansir dari Hindustan Times, Kamis (09/12/2021), Kekurangan suku cadang yang disebabkan oleh gangguan terkait pandemi dan permintaan yang tidak terduga menjadi fakor utama dan tantangan bagi pembuat mobil secara global.

Meskipun telah ada peningkatan dalam rangkaian pasokan suku cadang secara bertahap, namun hal itu membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali normal.

"Hari demi hari membaik, tetapi saya yakin itu akan berlanjut untuk sementara waktu," kata Ashwani Gupta selaku Director, representative executive officer, COO, Nissan Motor Co., Ltd. 

Nissan, seperti para pembuat mobil global lainnya dengan  terpaksa memangkas produksi karena kekurangan semikonduktor dan komponen lainnya. Produsen mobil mengharapkan dapat  membuat unit sekitar 3,8 juta mobil untuk tahun ini yang dimana target awal yang ditemuh sekitar 4,4 juta. Tentunya dengan mengurangi target produksi pihaknya mampu mencapai angka tersebut.

Sementara total produksi global semua pembuat mobil diperkirakan mendekati 80 juta unit tahun ini, naik dari 76 juta pada tahun 2020, Gupta mengatakan bahwa perlu beberapa waktu untuk kembali ke antara 95 dan 97 juta unit per tahun.

Dirinya juga menambahkan bahwa krisis akan berlanjut setidaknya hingga paruh pertama 2022. “Bagi kami hari ini, tantangan yang kami miliki adalah bagaimana kami memproduksi mobil tersebut, bukan bagaimana kami menjual mobil tersebut,” tambahnya.

Hal tersebut juga sedang dialami oleh Volvo Cars yang  baru-baru ini memperingatkan bahwa kekurangan semikonduktor akan berlanjut hingga tahun depan. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD