IDXChannel - Pemerhati kebijakan publik Feiral Rizky Batubara menilai kuatnya minat investor terhadap obligasi global (global bond) perdana Danantara Investment Management (DIM) menjadi sinyal bahwa pasar global masih menaruh kepercayaan pada kredibilitas Danantara.
Menurut dia, respons pasar terhadap instrumen berdenominasi dolar Amerika Serikat itu tidak hanya tercermin dari nilai penerbitan yang mencapai USD1,5 miliar, tetapi juga dari besarnya permintaan yang masuk sejak proses penawaran berlangsung.
Feiral mengatakan, kuatnya permintaan itu terlihat dari transaksi yang sejak awal ditargetkan sebesar USD1 miliar, namun kemudian mencatat peak order book sekitar USD4,6 miliar dan akhirnya ditingkatkan menjadi USD1,5 miliar.
Menurut dia, tingginya order tersebut menunjukkan bahwa obligasi ini memang dimintai pasar, terlebih karena tambahan permintaan juga datang dari investor di Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah. Dalam pandangannya, kombinasi antara permintaan yang besar dan hasil imbal hasil yang tetap kompetitif menunjukkan pasar tidak sekadar merespons positif, tetapi juga menilai instrumen ini layak masuk portofolio investor global.
"Penerbitan obligasi perdana di pasar internasional merupakan ujian kredibilitas, apalagi dilakukan di tengah kondisi global yang tidak mudah. Keberhasilan DIM menghimpun USD1,5 miliar menunjukkan bahwa Danantara sebagai institusi telah memiliki prospek, dukungan kelembagaan yang baik, serta peran strategis dalam agenda pembangunan nasional," kata Feiral dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2026).