Feiral melihat dalam situasi geopolitik global yang sedang dalam ketidakpastian, investor cenderung lebih selektif dalam menempatkan dananya, terutama di negara-negara berkembang yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi.
Menurut Feiral, besarnya permintaan tersebut menunjukkan pasar memberikan sinyal positif terhadap arah pengelolaan investasi Danantara.
Selain didukung tingginya permintaan pasar, Feiral mengatakan keberhasilan penerbitan obligasi internasional perdana DIM juga ditopang oleh peringkat investment grade, yakni BBB dari S&P Global dan Baa2 dari Moody's, yang menempatkannya dalam kategori layak investasi dengan risiko moderat.
Feiral menyebut, status investment grade menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan investor institusional dalam mengambil keputusan investasi.
"Peringkat Baa2 dan BBB itu seperti tiket masuk ke pasar global. Bagi banyak investor internasional, terutama fund manager, perusahaan asuransi, hingga pengelola dana pensiun, rating menjadi dasar utama dalam menilai risiko, menentukan alokasi portofolio, serta melihat apakah suatu instrumen layak dimiliki," katanya.