Namun, pengakuan tersebut, kata Feiral, membawa konsekuensi berupa meningkatnya ekspektasi investor terhadap kualitas tata kelola, transparansi, serta manajemen risiko yang dijalankan.
"Kepercayaan investor global ini harus dipahami sebagai mandat, bukan sekadar prestasi. Dana yang telah dihimpun harus dikelola secara disiplin, transparan, dan produktif sehingga mampu menghasilkan dampak ekonomi yang nyata bagi Indonesia," ujar Feiral.
Dia berharap dana hasil penerbitan obligasi dapat diarahkan pada sektor-sektor strategis yang memiliki efek pengganda besar terhadap perekonomian, seperti hilirisasi industri, energi, infrastruktur, hingga proyek-proyek yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah nasional.
Sebagaimana diketahui, pada 12 Juni lalu Danantara Indonesia melalui DIM mengumumkan keberhasilan penerbitan obligasi internasional perdana senilai USD1,5 miliar. Obligasi tersebut diterbitkan pada 11 Juni 2026 dengan nilai peak order book mencapai USD4,6 miliar, mencerminkan tingginya minat investor global terhadap instrumen yang ditawarkan.
(NIA DEVIYANA)