AALI
9475
ABBA
0
ABDA
7050
ABMM
785
ACES
1455
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1100
ADMF
8175
ADMG
164
ADRO
1170
AGAR
430
AGII
1080
AGRO
1000
AGRO-R
0
AGRS
302
AHAP
74
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
294
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
496
AKRA
3110
AKSI
800
ALDO
840
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/04/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
476.24
0.22%
+1.05
IHSG
5994.18
0.02%
+0.94
LQ45
893.96
0.13%
+1.17
HSI
28755.34
0.47%
+133.42
N225
29188.17
2.38%
+679.62
NYSE
0.00
-100%
-15944.61
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,515
Emas
835,643 / gram

OJK: Ini Sejumlah Kebijakan Strategis Pasar Modal di 2021

ECONOMICS
Aditya Pratama/iNews
Jum'at, 09 April 2021 13:14 WIB
kebijakan strategis Pasar Modal diantaranya exit policy bagi emiten yang sudah rilis.
OJK: Ini Sejumlah Kebijakan Strategis Pasar Modal di 2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Sebagai pihak yang menjalankan pengawasan di Pasar Modal Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyusun beberapa kebijakan strategis yang akan dilakukan di tahun 2021. Beberapa kebijakan diantaranya telah dijalankan pada tahun sebelumnya.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Yunita Linda Sari mengatakan, kebijakan strategis Pasar Modal diantaranya exit policy bagi emiten yang sudah rilis.

Kemudian, kebijakan baru untuk penawaran umum Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) Korporasi dan Penawaran Umum Perusahaan Daerah yang rencananya ada hal dan akan dieksplor lebih lanjut serta didalami dimana sebagiannya sudah dilakukan pada tahun lalu.

"Kemudian, perluasan produk dan aktivitas di Pasar Modal ada SCF, Project Crowd Funding dan Structured Warrant," ujar Yunita dalam acara Pelatihan dan Gathering Wartawan Media Massa di Bali, Jumat (9/4/2021).

Kemudian kebijakan selanjutnya adalah penguatan perilaku dan penguatan pengawasan pelaku pengelolaan investasi yang mana saat ini dalam tahap draft perubahan untuk kode etik atau perilaku bagi Manajer Investasi.

Selanjutnya, efisiensi primary market (e-IPO) dan secondary market (market maker, papan dan metode perdagangan) melanjutkan dari beberapa tahun lalu di 2019. 

"Kemudian, implementasi e-voting yang rencananya akan diterapkan, saya setengah bersyukur juga pada saat pandemi ternyata infrastruktur digital walaupun belum sempurna 100 persen sudah ada yang kita siapkan walaupun harus dikebut beberapa minor adjusment yang harus dilakukan tapi membuat kita yakin bahwa arah pengembangan bursa sudah sesuai," kata dia.

Selanjutnya, pihaknya juga akan mengoptimalkan IT untuk perizinan, pengaturan dan pengawasan, dimana pengaturan dan pengawasan di OJK untuk regtech dan suptech dari semua bidang baik di pasar modal, perbankan dan IKNB.

Lalu, mengenai notasi khusus di level Broker atau anggota bursa, dimana saat ini notasi hanya berada di Bursa, dan kedepannya akan dikembangkan di level anggota bursa.

"Kemudian, dengan BI kita ada inisiatif pembentukan CCP OTC Derivatif Pasar Uang. Kemudian, pengembangan perusahaan efek daerah ini terhambat sangat besar karena pandemi, Insya Allah tahun ini target minimal ada satu PED yang jalan, tetap ini andalan kita untuk distribusi channels sekaligus untuk memberikan informasi yang tepat," ucapnya.

Selain itu, implementasi disgorment dan disgorgement fund yang pengaturannya sudah keluar dan penguatan koordinasi dengan K/L dan APH.

"Kita harapkan tahun ini makin meningkat dan tidak menjadi distrubsi atau diterima secara salah oleh pasar," ucap dia.
(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD