AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1370
ACES
1275
ACST
196
ACST-R
0
ADES
3410
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1435
AGRO
1335
AGRO-R
0
AGRS
162
AHAP
69
AIMS
364
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1110
AKRA
795
AKSI
795
ALDO
1365
ALKA
312
ALMI
290
ALTO
250
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.61
0.96%
+4.84
IHSG
6686.71
0.9%
+59.84
LQ45
952.39
0.96%
+9.04
HSI
24878.63
-0.3%
-73.72
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
849,207 / gram

Olivia, Anak Nia Daniaty Kembali Dipolisikan soal Kasus Investasi Bodong

ECONOMICS
Erfan Maruf
Senin, 22 November 2021 11:17 WIB
Olivia Nathania kembali terjerat kasus pidana, kali ini ia dilaporkan atas dugaan melakukan penipuan berkedok investasi pulsa game Mobile Legend.
Olivia, Anak Nia Daniaty Kembali Dipolisikan soal Kasus Investasi Bodong (FOTO: MNC Media)
Olivia, Anak Nia Daniaty Kembali Dipolisikan soal Kasus Investasi Bodong (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Belum selesai kasus yang menjeratnya terkait dugaan melakukan penipuan dan penggelapan dana CPNS bodong, anak dari artis Nia Daniaty, Olivia Nathania kembali dipolisikan. Kali ini Olivia dituding melakukan penipuan berkedok investasi.

Ia dilaporkan oleh Merina Shanti atas dugaan penipuan berkedok investasi pulsa dan fiber optik pada September 2021.

Kuasa hukum Merina Kuasa Hukum Pelapor Herdyan Saksono mengatakan, peristiwa terjadi sekitar bulan September kliennya dikontak oleh Olivia. 

"Dia bilang ada peluang investasi di bidang pulsa dan fiber optik. Kemudian dan ada juga pulsa buat (game) Mobile Legend," kata Herdyan saat dikonfirmasi, Senin (27/11/2021).

Menurut Herdyan, Olivia meyakinkan kliennya agar mau berinvestasi dengan cara mengimingi korban mendapat penghasilan 100 persen dari modal awal.

Selain itu, korban juga diminta menawarkan investasi bodong berkedok layanan internet tersebut ke beberapa koleganya.

"Katanya bisa ikut, tetapi kalau kirim (uang) rekeningnya harus lewat rekening klien saya. Akhirnya uang dikumpulin untuk kirim ke Olivia," kata Herdyan.

Setelah investasi berjalan, lanjut Herdyan, Olivia tak kunjung mencairkan pendapatan hasil investasi yang dia janjikan kepada kliennya, maupun para korban lainnya.

"Korban ada sekitar 40 orang. Tapi tidak berhubungan langsung sama Olivia. Karena modusnya, dia komunikasi tapi harus lewat rekening klien saya," ungkap Herdyan.

Herydan menuturkan, kliennya sudah beberapa kali meminta Olivia mengganti uang modal investasi yang sudah diberikan. Namun, pelapor tak merespons permintaan tersebut.

Merina pun akhirnya memutuskan untuk melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/5825/XI/2021/SPKT/Polda Metro Jaya, Tanggal 21 November 2021. 

"Awal-awal memang ada pencairan hasil, tapi next nya enggak. Gelap saja seperti modus investasi bodong lainnya. Nilai kerugiannya Rp 215 juta, bagi klien saya tuh besar karena dia sampai shock, sampai sakit," pungkasnya.

Sebelumnya, Olivia juga terjerat kasus penipuan rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) dan kini telah ditahan di Polda Metro Jaya. Setidaknya ada 225 orang yang diduga menjadi korban penipuan bermodus penerimaan PNS yang dilakukan Olivia Nathania.

Sebagian korban yang menjadi perwakilan telah melaporkan kasus itu ke polisi dan sudah terdaftar dengan nomor LP/B/4728/IX/SPKT/Polda Metro Jaya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD