AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Omicron Mengganas, Wagub DKI Akan Evaluasi Kebijakan PTM 50 Persen

ECONOMICS
Carlos Roy Fajarta Barus
Senin, 07 Februari 2022 13:20 WIB
Kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi pada pelajar maupun tenaga pendidik, dipastikan hal tersebut terjadi di luar lingkungan sekolah.
Omicron Mengganas, Wagub DKI Akan Evaluasi Kebijakan PTM 50 Persen (FOTO:MNC Media)
Omicron Mengganas, Wagub DKI Akan Evaluasi Kebijakan PTM 50 Persen (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, akan melakukan evaluasi terkait kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 50 persen yang ditetapkan Kemendikbud Ristek. 

"Kami menghormati masukan PTM dihentikan sementara untuk satu bulan sejak awal baik dari masyarakat, asosiasi, dan organisasi. Pemerintah pusat dalam hal ini Kemendikbud Ristek per tanggal 4 Februari 2022, itu PTM 100 persen menjadi PTM 50 persen," ujar Ahmad Riza Patria, Senin (7/2/2022). 

Ia menyebutkan pihaknya akan melakukan analisis dan evaluasi terkait keamanan dari pelaksanaan PTM 50 persen selama beberapa waktu ke depan. 

"Kita coba dulu ini, kedepan efektifitas nya, sejauh mana PTM 50 persen bisa menurunkan kasus di sekolah. Itu kan sedang dalam evaluasi kita tunggu saja perjalanan dari PTM 50 persen. Kita lakukan evaluasi, nanti dari evaluasi itu kita sampaikan ke pemerintah pusat," tegas Ahmad Riza. 

Lebih lanjut terkait kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi pada pelajar maupun tenaga pendidik, Riza Patria memastikan hal tersebut terjadi di luar lingkungan sekolah. 

"Kasus di sekolah itu terjadi bukan di sekolah, yang kasusnya cuman satu dan dua. Itu artinya siswa dan tenaga pendidik itu terpapar virus di lingkungan rumah dan perjalanan," ungkap Riza Patria. 

Dia mendorong agar masyarakat yang memiliki anak bersekolah di DKI Jakarta agar lebih memantau dalam perjalanan saat berangkat maupun saat pulang sekolah. 

"Kami meminta para orang tua memastikan anaknya yang berangkat dan pulang sekolah untuk melaksanakan protokol kesehatan secara taat, patuh, disiplin, dan bertanggung jawab. Kami mohon informasi nya ke masyarakat. Terkait kasus Covid-19 di pendidikan itu yang terpapar di rumah dan perjalanan," pungkas Riza Patria. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD