AALI
9800
ABBA
284
ABDA
6250
ABMM
1365
ACES
1200
ACST
185
ACST-R
0
ADES
3310
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
177
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1260
AGRO-R
0
AGRS
151
AHAP
67
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
730
AKSI
685
ALDO
1355
ALKA
300
ALMI
282
ALTO
268
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.28
0.93%
+4.69
IHSG
6600.82
0.5%
+32.65
LQ45
946.86
0.8%
+7.52
HSI
24289.90
0.19%
+46.29
N225
27011.33
-0.44%
-120.01
NYSE
0.00
-100%
-16413.97
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
849,695 / gram

Omicron Terus Membludak, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tertahan di 3 Persen

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Jum'at, 14 Januari 2022 16:32 WIB
Pemerintah segera menyiapkan skenario terburuk apabila varian Omicron ini menjadi gelombang 3 pandemi covid 19.
Omicron Terus Membludak, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tertahan di 3 Persen (FOTO:MNC Media)
Omicron Terus Membludak, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tertahan di 3 Persen (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Membludaknya kasus Omicron menghantui pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini sedang pemulihan. 

Bahkan pemerintah sempat optimis di tahun 2022 ekonomi Indonesia bisa tumbuh sekitar 5%. 

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan pemerintah segera menyiapkan skenario terburuk apabila varian Omicron ini menjadi gelombang 3 pandemi covid 19. 

Sebab jika demikian menurutnya pertumbuhan Ekonomi Indonesia bisa tertahan di angka 3% sepanjang 2022. Jumlah yang bahkan lebih dari prediksi ekonomi tahun sebelumnya 2021 yang berada di angka 3,4%. 

"Pertumbuhan ekonomi bisa tertahan di level 3%, dan tentunya disamping Omicron ada inflasi dan kenaikan suku bunga yang membayangi pemulihan didalam negeri," ujarnya kepada MNC Portal, Jumat (14/1/2022). 

Virus omicron memang tidak memiliki dampak yang tidak terlalu parah, namun jika penyebaran dalam cakupan yang luas dan orang yang terpapar itu serentak maka akan membuat fasilitas kesehatan kembali kewalahan menampung pasien. 

Jika kasus yang muncul tingga maka pemerintah juga akan mengambil kebijakan pembatasan mobilitas kembali, yang sudah barang tentu akan membuat roda ekonomi menjadi macet. Sebab gerak ekonomi masyarakat juga akan terpengaruh. 

"Skenario terburuk harus diantisipasi dengan lakukan penambahan belanja disektor kesehatan, insentif usaha maupun bantuan sosial," sambung Bhima. 

Meski demikian itu merupakan skenario terburuk jika memang varian Omicron menjadi babak baru pandemi covid 19. Untuk itu sikap antisipatif saat ini cukup dibutuhkan agar pengalaman buruk sebelumnya tidak menjadi terulang. 

"Efeknya langsung dirasakan ke konsumsi rumah tangga, dimana Indeks Keyakinan Konsumen mengalami penurunan tajam bahkan bisa kembali dibawah level 100. Sementara pemulihan daya beli tertahan, sektor yang berharap 2022 lebih baik seperti transportasi dan pariwisata kembali mengalami koreksi tajam," pungkas Bhima.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD