Tak hanya soal ketersediaan, ia turut menekankan pentingnya aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dalam pengembangan transportasi publik. Menurutnya, fasilitas yang dirancang agar dapat digunakan oleh penyandang disabilitas pada akhirnya akan membuat layanan lebih mudah diakses oleh seluruh masyarakat.
“Prinsip kami adalah kalau aksesnya oke buat mereka, pasti oke bagi semua,” ujar Susanti.
Dengan demikian, pengembangan transportasi publik perlu memperhatikan lebih dari sekadar jumlah armada. Keterjangkauan biaya, kemudahan akses, serta perubahan kebiasaan masyarakat juga menjadi bagian penting agar angkutan umum benar-benar bisa menjadi pilihan untuk mobilitas sehari-hari. (Febrina Ratna Iskana)