AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Pandemi Covid-19 Jadi Endemi, Epidemiolog: Jika Kasusnya Tidak Naik Turun!

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Selasa, 14 September 2021 19:04 WIB
Endemi Covid-19 menjadi harapan banyak masyarakat dunia, bukan hanya Indonesia.
Jika Covid-19 menjadi endemi, masyarakat wajib tetap menaati prokes ketat yang berlaku (Ilustrasi by Unsplash)
Jika Covid-19 menjadi endemi, masyarakat wajib tetap menaati prokes ketat yang berlaku (Ilustrasi by Unsplash)

IDXChannel - Melandainya kasus Covid-19 di tanah air membuat pemerintah kembali memikirkan rencana lainnya. Meski kasusnya menurun, namun Covid-19 tidak serta merta hilang dari muka bumi. 

Endemi Covid-19 menjadi harapan banyak masyarakat dunia, bukan hanya Indonesia. Dengan status endemi, artinya infeksi Covid-19 tidak begitu membahayakan walau sejatinya penyakit akan tetap ada. Ya, sama seperti masalah kesehatan pada umumnya.

Bersiap menyambut endemi memang perlu. Salah satunya seperti saran para ahli kesehatan maupun pemerintah yaitu terus menjalankan protokol kesehatan dan jangan lengah.

Menurunnya kasus ditambah terus meningkatnya cakupan vaksinasi jangan kemudian membuat Anda euforia hingga lupa protokol kesehatan. Hal itu yang sangat bisa membuat terjadinya lonjakan virus di masyarakat.

Tapi, jika bicara soal endemi, apa yang perlu dipersiapkan dan dilakukan oleh masyarakat? Sehingga tujuan mengentaskan pandemi Covid-19 benar-benar terwujud?

Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman, menerangkan bahwa kalau bicara endemi artinya kriterianya suatu penyakit angka reproduksinya virus atau penyebab lainnya paling tinggi 1 dan tidak naik turun

"Sedangkan sekarang masih naik turun. Jangankan Indonesia, Australia juga masih naik turun," terang Dicky dalam wawancaranya bersama Okezone di Instagram Live, Selasa (14/9/2021).

Nah, jika ditanya kapan endemi itu terjadi, Dicky punya jawabannya. "Asal strategi 3T, 5M, dan vaksinasi berjalan sangat optimal sehingga hasilnya bisa dirasakan semua masyarakat," jawabnya.

Bukan hanya itu, yang menentukan suatu penyakit dari berstatus pandemi ke endemi adalah timeline virus itu sendiri. Ya, virus itu berevolusi dan tidak ada yang bisa memprediksi kapan virus tersebut berhenti berevolusi.  

"Evolusi ini dipengaruhi perilaku kita sendiri. Jika varian virus yang terbentuk semakin mudah menginfeksi, artinya semakin mudah dia menghasilkan varian lainnya, dan itu mengubah angka reproduksi lagi,' paparnya.  

"Ya, tidak ada salahnya juga berharap endemi bisa tercipta akhir 2022 dan ini terjadi hanya jika ada keajaiban besar dalam upaya vaksinasi. Itu kenapa para ahli menginginkan setiap negara masif dan agresif melakukan vaksinasi maupun 3T dan 5M," tambah Dicky.

Ia menekankan di sini, meski Indonesia belum mencapai endemi, pun negara lainnya, tidak berarti kehidupan berhenti begitu saja. Tidak juga artinya kehidupan akan selalu sulit.

"Enggak begitu, kalau kita bisa mengendalikan, ya, sebelum mencapai endemi, kehidupan sudah lebih baik dan ini sudah dibuktikan di Queensland tempat saya menetap. Angka kasus bisa 0 dan kehidupan berjalan biasa, meski pembatasan tetap dilakukan," terangnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD