AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Pasca Ekspor CPO Dilarang, Petani Curhat Harga Pupuk dan Pestisida Naik Drastis

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Jum'at, 13 Mei 2022 13:54 WIB
Setelah pemberlakuan larangan ekspor crude palm oil (CPO) yang membuat pendapatan petani jatuh, harga pupuk dan pestisida ikut naik drastis.
Pasca Ekspor CPO Dilarang, Petani Curhat Harga Pupuk dan Pestisida Naik Drastis (FOTO: MNC Media)
Pasca Ekspor CPO Dilarang, Petani Curhat Harga Pupuk dan Pestisida Naik Drastis (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Sudah jatuh tertimpa tangga, gambaran para petani sawit saat ini, pasalnya setelah pemberlakuan larangan ekspor crude palm oil (CPO) yang membuat pendapatan petani jatuh, harga pupuk dan pestisida ikut naik drastis.

"Sampai saat ini belum ada penjelesan dari pemerintah mengenai naiknya harga pupuk, yang terjadi hampir setiap minggu bahkan setiap hari. Sebagai contoh di Riau, kenaikan harga pupuk ditingkat petani kelapa sawit bisa mencapai 150 persen," ujar Sekretaris Jendral Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Mansuetus Darto dalam keterangan resminya, Jumat (13/5/2022).

Oleh sebab itu, dia menuturkan, para sekitar petani sawit meminta agar pemerintah segera mengawasi dan memberikan kebijakan yang tepat untuk melindungi petani sawit dari harga input produksi yang semakin tinggi. 

Tak hanya itu, Darto juga menyebut, pasca kebijakan larangan ekspor CPO ditetapkan, harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani mengalami penurunan. 

Sebagai contoh, ia memaparkan, penetapan harga TBS kelapa sawit di Provinsi Riau untuk periode 11-18 Mei 2022, telah terjadi penurunan harga sebesar Rp 972,29 per kg menjadi Rp 2.947,58 per kg untuk sawit umur 10 - 20 tahun. Padahal sebelumnya pada periode 27 April-10 Mei 2022, harga TBS kelapa sawit umur 10-20 tahun di Riau ditetapkan Rp 3.919,87 per kg. 

"Penurunan harga TBS kelapa sawit di tingkat petani menjadi tanda tanya besar, dasar atau rumus apa yang digunakan untuk menetapkan harga TBS kelapa sawit saat ini. Apakah harga CPO dan kernel turun secara drastis?," ujar Darto.

Lanjut, dia mengatakan, sebab jika dibandingkan dengan Malaysia, harga TBS di sana tidak turun, masih diharga sekitar Rp 5.000 per kg.

Oleh karena itu, para petani kelapa sawit meminta pemerintah segera mengawasi dan mengambil tindakan hukum yang tegas kepada pabrik kelapa sawit/perusahaan dari tingkat trader, grower hingga produsen yang ikut andil dalam menentukan harga TBS kelapa sawit secara sepihak. 

"Sebab, praktik penyimpangan ini bisa merugikan petani sawit," tutupnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD