"Sehingga diharapkan mampu memperkuat pengawasan sekaligus memastikan distribusi berjalan lebih optimal," lanjutnya.
Sementara itu, harga eceran tertinggi (HET) Minyakita saat ini sebesar Rp15.700 per liter, namun berdasarkan hasil pemantauan pihaknya berada di kisaran Rp16.000 per liter.
"Ternyata realisasinya sekarang kita sudah 51 persen lewat BUMN Pangan. Nah harapannya penyalurannya, distribusinya bisa maksimal sehingga pasar rakyat itu stoknya aman," katanya.
Menurut dia, penguatan distribusi Minyakita juga menjadi langkah antisipasi terhadap potensi tekanan inflasi, khususnya di wilayah yang terdampak bencana dan mengalami kendala dalam arus distribusi barang.
(Nur Ichsan Yuniarto)