AALI
8475
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4210
ACES
615
ACST
185
ACST-R
0
ADES
7225
ADHI
745
ADMF
8300
ADMG
165
ADRO
4080
AGAR
306
AGII
2250
AGRO
575
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
101
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1415
AKSI
322
ALDO
680
ALKA
290
ALMI
388
ALTO
174
Market Watch
Last updated : 2022/10/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.54
-0.28%
-1.53
IHSG
7075.39
0.04%
+3.13
LQ45
1011.63
-0.3%
-3.01
HSI
18087.97
5.91%
+1008.46
N225
27120.53
0.48%
+128.32
NYSE
0.00
-100%
-13855.72
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,210
Emas
837,370 / gram

Pekan Ketiga September 2021, Aliran Modal Asing Masuk USD1,5 Miliar ke Pasar Keuangan

ECONOMICS
Michelle Natalia
Selasa, 21 September 2021 15:59 WIB
Aliran masuk modal asing berlanjut dengan investasi portofolio mencatat net inflows sebesar USD1,5 miliar pada periode Juli hingga 17 September 2021.
Pekan Ketiga September 2021, Aliran Modal Asing Masuk USD1,5 Miliar ke Pasar Keuangan (FOTO:MNC Media)
Pekan Ketiga September 2021, Aliran Modal Asing Masuk USD1,5 Miliar ke Pasar Keuangan (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diprediksi tetap baik. 

Kinerja transaksi berjalan diprakirakan membaik didorong oleh surplus neraca barang yang berlanjut. Neraca perdagangan Agustus 2021 mencatat surplus sebesar USD4,7 miliar, tertinggi sejak Desember 2006, terutama dipengaruhi oleh peningkatan ekspor komoditas utama seperti CPO, batu bara, besi dan baja, serta bijih logam, di tengah kenaikan impor seiring dengan perbaikan ekonomi domestik.  

"Sementara itu, aliran masuk modal asing berlanjut dengan investasi portofolio mencatat net inflows sebesar USD1,5 miliar pada periode Juli hingga 17 September 2021. Posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2021 meningkat menjadi sebesar USF144,8 miliar setara dengan pembiayaan 9,1 bulan impor atau 8,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta melampaui kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," terang Perry dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (21/9/2021). 

Ke depan, defisit transaksi berjalan pada 2021 diprakirakan tetap rendah di kisaran 0,6%-1,4% dari PDB, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal Indonesia. 

'Nilai tukar Rupiah menguat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang belum sepenuhnya mereda. Nilai tukar Rupiah pada 20 September 2021 menguat 0,94% secara rerata dan 0,18% secara point to point dibandingkan dengan level Agustus 2021," ucap Perry.  

Penguatan nilai tukar Rupiah didorong oleh persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, terjaganya pasokan valas domestik, dan langkah-langkah stabilisasi Bank Indonesia. 

Dengan perkembangan tersebut, Rupiah sampai dengan 20 September 2021 masih mencatat depresiasi sebesar 1,35% (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2020, relatif lebih rendah dibandingkan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand. 

"Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar," pungkasnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD